Tampilkan postingan dengan label mata bicara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mata bicara. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Mei 2011

Pe-ubah-an

Mungkin kita hanya membutuhkan sekejap saja ketika memutuskan untuk berubah, tetapi butuh waktu yang lama untuk melakukannya.

dalam kenangan
Satu tahun lalu, tanah subur ini masih elok dipandang mata. Hijau memenuhi pandangan di segala sisi dengan cahaya menyupu di antara dedaunan. Dingin udara menambah khidmat suasana. Oksigen berkeliaran dengan bebas tanpa disesaki oleh asap kehitaman dari kota.

Dan sekejap malam itu semua sirna. Abu dan abu abu, itu lah yang tampak sejauh mata mampu menjangkau. Malam yang mencekam itu mengubah segalanya. Berubah yang sering digadang-gadang oleh mereka pengejar mimpi sebagai suatu harapan dan kepastian pada nyatanya tidak seindah itu.

berubah
Kita seringkali lupa, berubah terkadang juga berarti meninggalkan apa yang telah ada. Berubah bukan sekedar menambah tetapi juga menghapus yang lalu. Tiap perubahan itu memerlukan pengorbanan.

Berubah juga bukan hanya tentang keputusan. Berubah adalah tentang apa yang kita lakukan setelahnya. Biarlah yang lalu terhapus dan gantikan dengan yang baru. Percayalah dan berusahalah agar yang esok lebih baik dari yang lalu.

Sabtu, 26 Maret 2011

Rel Kehidupan

"Kasihan ya kereta"
"Maksudmu?"
"Ya seumur hidupnya gitu-gitu aja, jalan di tempat yang sama"
"..."
"Meski badannya kokoh besar tidak ada yang berani menantangnya, tetap saja hidupnya diatur lurus seperti itu saja tidak pernah berubah"
"Lalu bagaimana dengan kita?"
"Maksudmu? Kita kan berbeda, kita berjalan atas kemauan kita sendiri"
"Tapi bukankah ada takdir? Bagaimana jika hidup yang kita jalani selama ini ternyata sudah ada yang mengatur. Apa yang selama ini kita kira kita lakukan atas kemauan kita ternyata sudah di atur oleh Tuhan?"
"..."
"Bukankah kita sama saja dengan kereta itu? Berjalan di atas rel kita masing-masing. Sadar atau tidak."