Senin, 13 April 2009

Sebuah keharusan untuk berlari???

Berawal dari sebuah perenungan akan apa arti kebahagian dan apa tujuan hidup sertaa perkembangan dunia yang begitu pesat akhir-akhir ini. Konon katanya saat ini masa dimana kita harus mampu bersaing dengan yang lainnya. Di era globalisasi ini kita dituntut untuk selalu terdepan. Beberapa orang mengatakan itu demi kebahagiaan itu sendiri, beberapa orang mengatakan itu adalah sebuah keharusan. Benarkah demikian?

Beberapa waktu yang lalu saya sempat berdiskusi dengan teman-teman saya tentang hal ini. Saya menciptakan sebuah puisi kemudian saya meminta mereka untuk menanggapinya. Berikut adalah puisi tersebut:

tolong dijawab pertanyaan ini?!

01 April 2009 jam 11:23 | Sunting Catatan | Hapus


katanya zaman sekarang (era globalisasi)
semuanya serba cepat
semua harus berlari
supaya tidak tertinggal
semua orang berlari
karena takut tertinggal

mengapa kita harus berlari??
mengapa kita tidak duduk saja
dan mengobrol bersama menikmati apa adanya??

mengapa kita harus berlari??
supaya tidak ketinggalan??
ketinggalan apa??
teman2 yang berlari??
lantas apa yang mereka dapatkan dari berlari??

teringat cerita pedagang angkringan
mengapa nasi ini begitu murah?
yah, yang penting bisa numpang makan

hidupnya tenang
tidak pula kelelahan berlari
menikmati apa adanya

perlukah kita berlari??
jogja nyaman karena tidak banyak orang berlari

catatan: sebenernya niatnya mo bikin artikel tapi jadnya malah mirip puisi, btw tolong dijawab pertanyaan saya mengapa kita harus berlari??

Anda bisa melihat diskusi kecil tersebut di http://www.facebook.com/note.php?note_id=67450697012&id=1619337140&index=4

Kembali kepada inti dari berlari itu sendiri. Saya sungguh prihatin kepada anak-anak yang terus didesak orangtuanya untuk ini lah, untuk itu lah, les ini lah, masuk fakultas itu lah, dan sebagainya. Para orangtua itu beralasan ini semua untuk kebahagiaan mereka sendiri. Tetapi apakah mereka benar-benar bahagia?

Sering kali kita jumpai seseorang yang begitu giatnya bekerja mengumpulkan uang hingga mereka tidak sempat menikmatinya. Dan pada akhirnya harta tersebut justru menimbulkan kekacauan pada diri mereka sendiri. Betapa sering kita lihat seseorang yang begitu bergelimang harta tapi hidupnya tidak bahagia? Betapa sering pula kita jumpai seorang penarik becak hidup pas-pasan kadang makan kadang tidak tetapi mereka bahagia?

Saya bukan menyuruh untuk bermalas-malasan. Sungguh bukan itu maksud saya. Hanya saja saya mengajak anda agar setiap apa yang kita lakukan ada tujuannya. Ketika kita berlari memiliki tujuan tidak hanya asal berlari dengan teman-teman yang lain. Begitu pula ketika kita diam dan berjalan pun dilandasi maksud tertentu. Karena bagi saya berlari itu bukan merupakan sebuah keharusan tetapi sebuah pilihan. Jika anda puas dengan berlari maka berlarilah, jika kebahagiaan anda adalah dengan berjalan maka berjalanlah. Janganlah anda memaksakan diri terhadap sesuatu yang tidak berarti apa-apa.

Sabtu, 11 April 2009

Sekedar menjawab pertanyaan


Akhir-akhir ini saya banyak sekali ditanya oleh teman-teman saya. Mengapa saya berganti haluan? Mengapa saya dukung Prabowo? dan sebagainya. Daripada susah payah menjawab itu semua satu per satu maka saya putuskan menulis di note saya.

Pertama saya menyatakan saya tidak berganti haluan. Jika sebelumnya saya mendukung PKS karena dalam konteks legislatif.Dalam legislatif saya lebih percaya kepada kader-kader PKS. Hal itu karena
  1. tugas legislatif yang utama adalah mengawasi, dan dalam mengawasi kita perlu orang-orang yang bersih dan jujur.
  2. tugas lainnya dari legislatif adalah membuat peraturan dan menurut saya syarat mutlak dari pembuat peraturan adalah memiliki moral. tidak mungkin seorang pemabuk akan membuat peraturan tentang larangan mabuk-mabukan, tidak mungkin seorang perokok membuat aturan dilarang merokok, tidak mungkin pula seorang koruptor membuat aturan tentang korupsi.
  3. PKS adalah satu2nya partai politik yang memiliki jaringan baik yang terstruktur sampe ke bawah. Berbeda dengan paratai lain yang hanya berkumpul ketika menjelang pemilu.
  4. saya menjalani kehidupan saya di dalam lingkungan PKS sehingga saya cukup tahu tentang mereka (baik dan buruknya)
Oleh karena itu dalam PEMILU legislatif kemarin saya memilih PKS.

Kedua adalah kenapa saya mendukung Prabowo? Karena saya rasa ide-ide dan ideologi Prabowo lah yang mengarah kepada INDONESIA BERDIKARI dibandingkan calon-calon lainnya. Prabowp tidak menjajikan Indonesia dengan gedung-gedung tinggi dan megah, teknologi canggih, dan sebagainya tetapi dia menjanjikan Indonesia yang bertumpu pada rakyat bangsa ini (bukan kapitalis). Bagaimana ide-idenya tentang sistem ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada apa yang kita miliki: pedagang pasar, pertanian, koperasi, BUMN, dsb dan bukan pabrik-pabrik kapitalis dan ekonomi liberal yang terbukti gagal. Apabila dibandinngkan dengan calon-calon Presiden lainnya meenurut saya konsep Prabowo lah yang paling mendekati konsep INDONESIA BERDIKARI.

Ketiga mengapa tidak SBY?
  1. Saya akui pemerintahan Indonesia selama lima tahun ini tidaklah buruk. Tetapi "tidak buruk" saja tidak cukup. Saya pernah merenungkan sesuatu. Saya mengibaratkan Indonesia ini bagaikan kapal yang besar. Ketika reformasi 1998 kemarin kapal ini menjadi limpung akibat carut marutnya suasana hingga menyebabkan kapal ini bergoyang ke kiri ke kanan dan hampir tenggelam. Bagi saya, apa yang dilakukan SBY selama ini hanyalah menyeimbangkan kapal itu. Tetaapi mereka lupa satu hal: ARAH KAPAL ITU SALAH. Selama ini kapal itu hanya mengekor kepada kapal-kapal Barat yang mereka anggap lebih canggih tanpa tahu bahwa kapal-kapal yang mereka ikuti dan mereka puja-puja tersebut sebenarnya juga salah arah. SBY memang berhasil menstabilkan negara in, tetapi dia tidak menngembalikan negara ini kepada nilai-nilai PANCASILA dan kerakyatan.
  2. SBY kurang memiliki jiwa pemimpin dan cenderung kurang memiliki sikap. Coba anda lihat pemimpin-pemimpin yang hebat (da orang-orang biasa yang dianggap hebat) adalah orang-orang yang memiliki sikap. Lihatlah Huga Chavez, lihatlah Soekarno, lihatlah Ahmadinejad, dan sebagainya. Mengaaapa mereka dipuji? Karena mereka memiliki sikap dan tidak hanya sekedar menjilat orang yang berkuasa (Barat). Selama ini saya lihat SBY kurang memiliki sikap. Terlalu lama menimbang-nimbang dan terlalu menuurut kepada masyarakat mayoritas.
  3. saya melihat dukungan masyarakat kepada SBY lebih kepada sikap "nrimo" yang dimiliki bangsa ini. Saya yakin jika SBY dapat mempertahankan kinerjanya seperti ini terus menerus maka dia akan selamanya menjadi Presiden seperti Soeharto (dengan catatan aturan Presiden hanya boleh 2x dihapuskan). Bangsa ini mudah puas dengan apa yang mereka dapatkan.

Ketiga jika saya mendukung Prabowo mengapa tidak memilih Gerindra pada pemilu legislatif? Seperti yang saya ungkapkan pada bagian pertama tadi bahwa saya melihat PKS lebih capable berada dalam legislatif dibading Gerindra yang masih baru.

Keempat melihat bahwa perolehan suara Gerindra yang tidak sampai 20% maka kecil kemungkinan untuk bisa menjadi presiden. Saya mengatakan mendukung Prabowo untuk menjadi Presiden, tetapi tidak haru 2009 ini. Bisa saja untuk 2014 nanti.

Mungkin itu saja pendapat saya. Jika ada prtanyaan lain silahkan ditanyakan. Sekali lagi saya tidak bermaksud kampannye hanya saja saya memberitahukan alasan saya. Jika anda berbeda pendapat dengan saya silahkan saja. Ini semua tergantung iman. (baca:
http://gagdongemail.blogspot.com/2009/04/memahami-sebuah-kepercayaan.html)

Kamis, 09 April 2009

cerita sebuah hape


seseorang pernah berkata bahwa "Allah bersama dengan orang-orang yang beriman". Saya tidak akan mengatakan bahwa saya orang beriman, tapi saya yakin Allah bersama mereka. lagsung saja saya mulai cerita saya.

Berawal dari suatu siang yang panas sekali karena dampak efek global warming. Saya sedang melihat hasil sementara Quick Count dari sebuah televisi swasta. Udara sangat panas hingga benda-benda di sekitar saya meleleh. Rumah tetangga saya kebakaran, (egag ding,,)

Tiba-tiba terdengarlah suaru seorang wanita dari kejauhan memanggil-manggil. Saya sempat merinding. Tapi ternyata itu suaraibu say yang menyuruh saya untuk pergi ke Barat mencari kitab suci. Egag ding, saya disuruh keluar untuk mencari suatu benda yang diperebutkan bajak laut yang biasa disebut ONE PIECE (malah jadi kayak komik).

Walhasil pergilah saya ke Barat untuk membeli daun pisang. Di tengah udara yang panas menyengat itulah saya pergi menunaikan kewajiban demi baktiku kepada orang tua dan Tuhan (ceile...padahal ya karena terpaksa daripada ntar gag dikasih makan n diusir dari rumah). Saya pergi menuju Gondomanan. Belok kiri sebelum perempatan teman-teman...(malah nyanyi).

Di tengah jalan tiba-tiba insting laba-laba saya merasakan sesuatu (sebelumnya saya memang pernah digigit kecoak sehingga saya memiliki kemampuan khusus seperti sapiderman,, loh??). Ntah kenapa saku celana saya terasa ringan. Ternyata saya tidak pake celana!!! Bukan ding, saya dapati saku saya kosong tanpa adanya hape saya. Lantas saya langsung balik menyusuri jalan yang saya lewati berharap menemukan hape saya.

Akhirnya saya nyampe rumah (loh belom jadi beli daun pisang). Saya miskol hape saya pake hape laen tetapi tidak nyambung. Saya terus miskol hape saya sambil bolak balik menyusuri jalan yang tadi saya lewati. Tetapi tetap saja tidak ketemu.

Akhirnya hape saya berbunyi tuut...tuut.... tetapi tetap juga tidak diangkat sampe akhirnya hape saya mati kembali. Saya sudah pasrah. Berniat mati gatung diri tapi talinya putus, lalu saya lompat dari atas tebing ternyata dibawahnya ada kasur yang sangat empuk. Ya sudahlah mungkin say tidak ditakdirkan untuk mati. Lalu saya pergi kembali menjalankan misi ke Barat. Di tengah jalan saya ditabrak bis lalu mati. Cerita selesai.











egag ding, ternyata sampe Gondomanan tidak ada yang jualan daun pisang, adanya daun ganja. Lantas saya membeli daun ganja. Tetapi karena di dekat sana ada kantor polisi saya mengurungkan niat saya. Alhasil saya pulang dengan tangan kosong.

Lalu saya mebuat sebuah pengumuman di fesbuk memberitakan telah hilang sebuah hape dengan meninggalkan 4 orang istri, 3 orang anak, dan 1 orang pembantu. Saya juga sempat sms ke beberapa ekor teman saya. Tiba-tiba hape bapak saya nyambung dengan hape saya. HARAPAN ITU MASIH ADA!!! Sesuai jargon dari sebuah partai politik. Dan walhasil orang yang menemukan hape saya berjanji untuk mengembalikannya dengan tebusan 5 Milyar. Lalu disepakati lah pertemuan anatara kami dengan catatan mereka (yang menemukan hape saya) tidak boleh menghubungi RSJ.

Sore hari bangun tidur ku terus mandi. Tidak lupa menggosok gigi. (malah nyanyi lagi). Saya terbangun kemudian mendatangi tempat yang telah dijanjikan. Saya mempersiapkan uang tebusan tersebut. Saya sebelumnya juga tidak lupa memakai rompi anti santet.

Tempat pertemuan, pukul 17.08
Suasana sangat tegang, kami telah sampai di tempat yang dijanjikan. Untunglah mereka tidak menelpon RSJ seperti permintaan kami. Tetapi tetap saja mereka masih menyandera hape saya. Lantas saya melihat orang itu, ya orang itu.

Ternyata orang itu tidak seperti yang saya bayangkan. Orang itu berbaju putih dan bersinar (lebay, tapi emang saat itu dya berbaju putih). Dia langsung mengembalikan hape saya. Bahkan ketika saya berikan uang tebusan dya menolak. Dia berkata,"kok cuma dikit?? gag maw aku."

egag ding, orang itu denganbaik hatinya berkata; "apa ini? saya kan cuma menemukan jadi tidak usah". Tetapi ketika bapak saya berkata, "anggap saja ini sedekah" dia lengsung bertanya,"ikhlas?".

Bapak saya pun menjawab, "ikhlas". Tiba-tiba penghulu dan empat orang saksi berteriak, "sah!!!".

Saya pikir baik sekali orang ini. Jarang ada orang yang mau mengembalikan hape yang hilang. Apalai itu adalah hape saya yang pasti akan laku mahal dikalangan fans saya. Saya jadi berpikir akan sebuah janji,"jika yang menemukan hape ini adalah wanita cantik, baik hati, sabaya, tidak sombong, solihah maka akan saya jadikan istri. Jika laki-laki maka akan saya jadikan pembantu atau saya kasihkan ke salah satu teman saya yang homo".

Tetapi berhubung Bram sudah meninggalkan status homo-nya dan Galih ntah berada dimana (katanya kemaren mo ke pante, mungkin sudah mati terseret ombak) maka saya mengurungkan niat tersebut. Lalu saya kembali ke rumah dengan hati riang. Di tengah jalan hape saya ilang lagi. Lalu terulanglah kejadian seperti di atas dan seterusnya.

=============================================================

Pesan moral dari cerita di atas: rajin-rajinlah menyirami tanaman!!!
catatan: cerita di atas tidak sepenuhnya fiksi, nama tokoh memang disengaja dengan maksud untuk mengejek (piss dab!!)
tambahan: anda kemabli bisa menghubungi saya di nomer yang dahulu

Jumat, 03 April 2009

memahami sebuah kepercayaan


Apakah arti dari kepercayaan? Bagaimana kepercayaan kita dapat diukur? Hal yang simple ini terkadang tampak sangat tidak perlu untuk diperbincangkan.

Yang sering salah adalah pemahaman bahwa kepercayaan dan logika adalah sesuatu yang berbanding lurus. Justru sebaliknya, kepercayaan akan berbanding terbalik dengan logika (hal-hal yang bersifat masuk akal).

Ketika anda berhadapan dengan seseorang yang kaya raya, dermawan, jujur, amanah, dan selalu menepati janji datang kepada anda untuk meminjam uang katakanlah sekedar 20ribu karena dia lupa membawa uang pada saat itu. Tentu anda akan dengan ringan hati memberikannya. Namun bukan itu semua arti dari kepercayaan.

Semua orang percaya dengan hal itu. Semua orang bisa melakukannya. Dan itu sama sekali tidak istimewa. Tetapi bayangkan jika orang yang dihadapan anda itu adalah orang yang urakan, egois, pembohong, suka semaunya, dan sering ingkar janji. Apakah anda akan meminjaminya?

Ketika anda meminjaminya maka saat itulah anda benar-benar memahami arti dari sebuah kepercayaan. Kepercayaan yang tertinggi adalah kepercayaan yang diberikan kepada hal-hal yang tidak masuk akal. Semakin tidak masuk akal dan anda mempercayainya, maka semakin tinggilah nilai kepercayaan anda.

Keimanan bukan tergantung dari seberapa banyak masjid yang masih tetap berdiri setelah diterjang tsunami, bukan pula tergantung seberapa banyak bukti yang ada di hadapan kita. Keimanan tidak tergantung pada logis dan tidak logis. Keimanan berada di atas itu semua. Ketika seseorang sudah percaya, tidak peduli seberapa tidak masuk akalnya, tidak peduli seberapa mustahil, itulah kepercayaan/keimanan.

Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, perlihatkanlah padaku bagaimana Engkau mengihidupkan orang mati.” Allah berfirman: “Belum yakinkah kamu?”. Ibrahim menjawab: “Aku telah meyakininya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku)”. Allah berfirman: “(kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah semuanya olehmu. (Allah berfirman): “ Lalu letakkan tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, Niscaya mereka akan datang kepadamu dengan segera”. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (2:260)

Percakapan Ibrahim tersebut telah menjelaskan kepada kita arti kepercayaan. Kepercayaan tidak bergantung pada kenyataan ataupun bukti yang ada, tetapi justru lebih dari itu semua. Bisa jadi ketika kita menanyakan sebuah pertanyaan, justru itu mencederai kepercayaan kita. Bukan berarti kita tidak boleh mencari bukti, namun yang perlu diingat adalah bukti atau sesuatu yang logis tersebut hanyalah sebagai pembenaran atas kepercayaan kita.

Ingatkah ketika Muhammad menceritakan perjalanannya ke langit ketujuh (Isra’ Mi’raj) dihadapan umatnya hingga mereka semua banyak yang justru keluar dari Islam karena menganggap itu semua tiddak masuk akal? Saat itulah Abu Bakar berkata, “Jikalau Muhammad berkata demikian maka aku mempercayainya”. Itulah sebuah kepercayaan. Kepercayaan Abu Bakar kepada Muhammad, dan juga kepada Allah SWT lah yang meyakinkan dia, tidak peduli apakah itu semua masuk akal atau tidak.

Kadang kita ragu apakah kita perlu mempercayai sesuatu. Apakah seseorang/sesuatu dapat kita percayai atau tidak. Namun menurut saya satu hal: yang salah bukanlah kepercayaan yang kita berikan, melainkan orang yang mengkhianati kepercayaan. Tetaplah percaya terhadap hal-hal yang positif. Tanpa mimpi/harapan ataupun kepercayaan tidak aka nada hari esok yang cerah. Wallahu a’lam.

Minggu, 29 Maret 2009

sekedar informasi

saya ingin meminta maaf kepada semua yang merasa pernah saya salahi. dengan ini saya ingin mangatakan bahwa mulai saat ini saya terpaksa berjualan pulsa. jika suatu saat nanti teman-teman terpaksa membeli pulsa di tempat saya silahkan hubungi saya lewat hape, mxit (kalo onlen), YM (kalo onlen), berbicara langsung, maupun melalui telepati (jika sanggup). tidak dianjurkan melalui merpati pos karena terlalu lama. pembayaran bisa dilakukan dimana saja anda bisa menemukan saya. kalau terpaksa silahkan mengutang tetapi sebaiknya jangan mengutang karena ajal dapat tiba sewaktu-waktu. berhutang juga dilarang terlalu lama kecuali anda memang sudah meniatkannya untuk dibayar di akhirat kelak (hehehe). berikut daftar harganya:
SIMPATI (jateng+DIY)
5k : 5.500
10k : 10.500
20k : 20.000
50k : 49.000
100k : 96.000

AS (jateng+DIY)
5k : 5.500
10k : 10.500
15k : 16.000
25k : 26.000
50k : 50.000
100k : 97.000

Ceria
5k : 5.500
10k : 10.000
20k : 20.000
50k : 49.000
100k : 97.000

XL
Regular
5k : 5.500
10k : 10.500
25k : 25.500
50k : 50.000
100k : 99.000
Xtra
10k : 10.500
50k : 50.000
100k : 99.000

Flexi
5k : 5.500
10k : 10.500
20k : 20.000
50k : 48.000
100k : 94.000
150k : 141.000

Fren
10k : 10.500
25k : 25.000
50k : 49.000
100k : 97.000

StarOne
10k : 10.500
20k : 20.000
50k : 49.000
100k : 97.000

3
5k : 5.500
10k : 10.500
20k : 20.000
30k : 30.000
50k : 50.000
100k : 97.000

Mentari
5k : 5.500
10k : 10.500
20k : 20.500
25k : 25.000
50k : 49.000
100k : 97.000

IM3
Regular
5k : 5.500
10k : 10.500
20k : 20.000
25k : 25.000
50k : 49.000
100k : 96.500
SMS
5k : 5.500
200x : 8.500
2000x : 30.000

AXIS
5k : 5.500
10k : 10.000
25k : 25.000
50k : 49.000
100k : 96.000

ESIA
5k : 5.500
10k : 10.500
25k : 25.000
50k : 49.000
100k : 95.000

Smart
5k : 5.500
10k : 10.000
20k : 20.000
25k : 24.500
50k : 48.000
100k : 96.000

catatan: harga sewaktu-waktu dapat berubah tergantung suasana politik, suasana hati pedagang, dan perolehan kursi parlemen dalam pemilu legislatif 9 april nanti. gunakan hak pilih anda!!! (malah gag nyambung) penjual berhak menagih hutang pembeli bahkan sampai di akhirat nanti. jika anda menemukan harga saya terlalu murah/mahal anda boleh membayar lebih atau silahkan

Kamis, 12 Maret 2009

Berbicaralah dengan bahasa manusia


Orang Jepang terkenal dengan kepandaiannnya. Betapa maju teknologi yang mereka miliki. Tetapi seberapa cenggih dan pintarnya mereka, ketika mereka berada di Inggris mereka terpaksa menggunakan bahasa Inggris untuk menanyakan dimanna letak toilet.

Bahasa adalah suatu sistem dari lambang bunyi arbitrer yang dihasilkan oleh alat ucap manusia dan dipakai oleh masyarakat komunikasi, kerja sama dan identifikasi diri. Bahasa lisan merupakan bahasa primer, sedangkan bahasa tulisan adalah bahasa sekunder. Arbitrer yaitu tidak adanya hubungan antara lambang bunyi dengan bendanya. (http://organisasi.org/definisi-pengertian-bahasa-ragam-dan-fungsi-bahasa-pelajaran-bahasa-indonesia)

Bahasa adalah sesuatu yang digunakan untuk mengkomunikasikan ide atau gagasan antara satu individu dengan individu lainnya. Tanpa bahasa, suatu gagasan tidak akan sampai dari satu individu ke individu lainnya. Sebagus apa gagasannya, sebenar apa informasi tersebut, tanpa bahasa maka segala ide, informasi, gagasan tersebut tidak akan sampai kepada orang lain. Dengan bahasa yang tepat pula, sesuatu yang salah seolah-olah bisa menjadi benar di mata orang lain.

Itulah bahasa, sesuatu yang sangat vital. Sehebat apapun ide, gagasan, dan pikiran anda jika tidak anda sampaikan pada orang lain maka itu hanya akan menjadi angan-angan kosong.

Saya tidak berbicara bahasa hanya dalam konteks kenegaraan dan budaya. Bukann bahasa urdu, bahasa Jawa, bahasa Arab, bahasa Indonesia, dan sebagainya. Bahasa yang saya maksud termasuk di dalamnya adalah sudut pandang, ideologi, nilai-nilai, dan sebagainya.

Sebenarnya saya membuat tulisan ini sebagai kritikan bagi para pendakwah dan para orang yang suka berdebat tentang kebenaran versi mereka. Meskipun gagasan mereka bagus, terkadang mereka kurang tepat dalam menyampaikan. Sebagus apapun gagasan mereka tanpa penyamnpaian yang tepat itu semua hanya menjadi angin lalu yang masuk dari telinga kanan dan keluar melalui anus.

Jangan bicara dogma dikalangan akademis, berbicaralah tentang fakta-fakta. Jangan berbicara nilai-nilai agama di hadapan orang-orang humanis, bicaralah kepada mereka tentang nilai-nilai kebajikan. Jangan berbicara tentang zakat di kalangan kaum matrealistis, berbicaralah tentang kemampuan system ekonomi syariah mengahadapi krisis ekonomi global. Jangan berteriak tentang syariat Islam dihadapan orang-orang yang alergi dengan agama/masyarakat sekuler, perkenalkanlah produk-produk hukum ciptaan Allah SWT tanpa membawa labelnya.

Al-Quran diturunkan secara bertahap, dakwah juga dilakukan secara bertahap. Biarkanlah orang-orang yang tidak tahu itu menngerti sesuatu yang dapat mereka pahami dahulu. Jika tidak bisa membawa utuh, bawalah isinya dahulu baru setelah mereka tertarik tunjukkanlah labelnya.

Jangan ngomong dengan bahasa arab yang njlimet kepada orang-orang awam, terangkanlah pada mereka dengan bahasa mereka, bahasa orang awam. Jangan membantah sesuatu yang ilmiah dengan opini, bantahlah dengan sesuatu yang ilmiah juga. Jangan membantah sesuatu yang legal dengan kebenaran, bantahlah dengan sesuatu yang legal juga.

Marilah kita hilangkan keegoisan kita dan berusaha memahami mereka, agar kita bisa memahamkan mereka terhadap kebenaran

Kamis, 05 Maret 2009

Lihatlah pemandangan yang indah untuk pikiran yang indah



Lihatlah televisi. Berapa banyak berita negatif yang anda temukan. Bacalah surat kabar. Cobalah anda cari berapa banyak berita positif dalam ssurat kabar tersebut. Suka atau tidak suka, sadar atau tidak sadar, selama ini tanpa kita sadari kita secara perlahan tapi pasti sering diicekoki tentang hal-hal negatif tentang lingkungan kita. Dan gawatnya, secara tidak sadari kita digiring untuk mempersepsikan lingkungan kita ini sebagai suatu yang buruk. Sehingga seringkali schema yang ada dalam pikiran kita adalah schema-schema negatif.

Mari saya beri sedikit contoh. Ketika anda di tengah jalan diberhentikan oleh polisi maka apa yang terlintas di pikiran anda? Saya yakin mayoritas akan berpikir, “ wah hilang deh duid 20rb untuk menyogok Polisi ini agar berdamai.” Padahal bisa saja Polisi tersebut memberhentikan anda karena ingin memberitahu bahwa ban sepeda motor anda kempes. Tetapi schema yang ada dalam pikiran anda adalah schema negative.

Saya jelaskan sedikit tentang schema. Schema is a template how do you interprete the stimulus. Dalam bahasa mudahnya, schema adalah suatu persepsi yang ada dalam pikiran anda untuk menafsirkan sesuatu hal. Schema ini berpengaruh besar terhadap social cognition. Social cognition is how people see and understand the reality (materi ini saya dapat dari mata kuliah Psikologi Sosial yang diampu oleh dosen Djamaludin Ancok).

Intinya, dalam memandang dunia ini manusia dipengaruhi oleh schema-schema yang ada dalam pikiran kita. Lantas darimana schema-schema ini berasal? Schema-schema ini berasala dari apa yang biasa kita lihat sehari-hari. Jadi kesimpulannya semakin sering anda melihat hal-hal buruk maka semakin anda secara tidak sadar digiring untuk melihat dunia ini secara negatif.

Mungkin sebagian dari kita berpendapat,”yah yang kita lihat di media massa itulah kebenaran yang ada.” Mungkin benar bahwa yang ada di media massa adalah fakta, tetapi tidak semua fakta ada di media massa. Fakta yang serinng dieksppos oleh media massa adalah fakta-fakta yang relatif berbeda, bukan fakta yang terbaik untuk dikonsumsi. Dan parahnya, kebanyakan fakta yang dianggap berbeda itu adalah fakta yang negatif. Mari saya beri sedikit simulasi.

Secara otomatis, manusia terdorong untuk tertarik pada perbedaan. Ketika anda melihat gambar di atas, maka secara otomatis anda akan fokus pada perbedaan. Anda akan fokus pada tulisan “negatif” yang berwarna hitam. Mengapa anda tidak melihat layar putih di sekitarnya yang lebih besar?

Yang saya maksudkan adalah, memang benar ada fakta berupa tulisan “negatif” dalam gambar tersebut. Akan tetapi coba bandingkan dengan warna putih di sekelilingnya. Sesungguhnya warna hitam (tulisan “negatif”) tersebut sebenarnya hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan. Lihatlah bagaimana person schema kita pada para pemimpin kita. Banyak yang menganggap para anggota DPR kita gemar korupsi, karena selama ini kita sering kali dimasuki berita tentang korupsi para pejabat kita. Sangat jarang sekali ada berita tentang pejabat kita yang gemar menabung dan menyirami tanaman serta menyapu halaman. Padahal itu semua bukan berarti bahwa seluruh pejabat kita melakukan korupsi dan tidak pernah menyirami tanaman. Kalo kita cermati lagi, berapa banyak sih pejabat kita yang terbukti korupsi dibandingkan dengan jumlah pejabat seluruhnya? Berapa banyak Polantas dibandingkan jumlah keseluruhan personil Polisi? Itu semua hanyalah bagaikan tulisan kecil berwarna hitam di atas lembaran putih yang besar. Tapi secara otomatis kita selalu memandang warna hitam tersebut dan bukan pada warna putih yang lebih besar. Dan celakanya, terkadang kita terlalu asyik memandangi warna hitam tersebut hingga lupa pada warna putih yang ada.

Engkau bisa melihat kebaikanku sebanyak apa yang ada pada diriku, tetapi engkau akan menemukan keburukanku sebanyak yang ada dalam pikiranmu.

Keburukan itu selalu ada, tetapi janganlah keburukan yang ada membuat kita melupakan keberadaan dari kebaikan yang sebenarnya jauh lebih besar. Marilah kita senantiasa berpikiran positif. Bukankah Rasulullah mengajarkan kepada kita agar tidak berburuk sangka?

Jauhilah darimu prasangka karena sebagian besar dari prasangka mengarah ke keburukan.

Apabila anda memakai kacamata hitam, maka anda akan selalu melihat kegelapan. Apabila anda memakai kacamata hijau, maka anda akan mendapatkan kesegaran pada mata anda. Gunakanlah kacamata yang berpengaruh baik terhadap anda.