Minggu, 26 Mei 2019

Narasi

Narasi membentuk cerita yang ditulis oleh pemenang. Karena mereka yang kalah tidak akan lagi mampu bercerita. Mereka hancur, terasing, dan musnah. Maka kebenaran adalah kenyataan para pemenang yang disusun di atas narasi untuk mengkokohkan perjuangan yang mereka lakukan.

Kebenaran selalu berpihak, karena itu bersifat relatif. Tidak ada benar dan salah tanpa adanya konteks. Narasi bertugas menciptakan konteks tentang konsep kebenaran yang akan ditampilkan.

Kematian adalah tragedi, jika dan hanya jika itu merugikan. Namun sekali lagi rugi untung adalah teman benar salah. Semua terbungkus dalam narasi.

Kematian ribuan nyamuk tidak pernah menjadi tragedi bagi manusia. Pun kematian manusia bagi seekor ayam.

Ketika kematian manusia tidak lagi menjadi tragedi, mungkin kita hanyalah sebatas amfibi atau mamalia bersayap.

Rabu, 05 Desember 2018

Ingus


Tidak ada yang lebih besar di dunia ini kecuali Ego. Dibangun oleh defense mechanism dan diperkuat oleh pengetahuan dan pengalaman. Dan memang seperti itulah seharusnya, manusia tidak seharusnya meragukan dirinya sendiri.

Maka jika kita mengikutinya, dunia dan seisinya pun akan tertelan.
Humble /ˈhʌmb(ə)l/ [adj] (1) Having or showing a modest or low estimate of one's importance; (2) Of low social, administrative, or political rank; (3) (of a thing) of modest pretensions or dimensions
Namun jika kita sadar bahwa ego adalah imajinasi pribadi, tidak berbentuk dan tidak nyata. Hidup diantara imajinasi-imajinasi lainnya yang diciptakan oleh ribuan otak. Dan tidak ada kebenaran yang hakiki dari perdebatan manusia.

Sepantasnya kita menyisihkan waktu untuk selalu mendengar. Mengabaikan suara-suara monyet di dalam kepala, memahami ego orang lain di dunia yang relatif.

Kamis, 05 April 2018

Benci tapi (tidak) Rindu

Karena luka lebih terasa, sedangkan kasih sayang baru terasa setelah itu hilang. Maka benci lebih mendalam dari cinta. Kebencian yang dibumbui oleh pembenaran menutupi kebaikan dari orang yang dibenci.
Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Al-Maidah: 8)
Kebencian yang berlebihan mengkonsumsi hidup kita. Diskriminasi. Memenuhi segala niat dan pikiran, menutupi kebenaran. Melahirkan prasangka dan dusta. Fitnah dan tuduhan. Melahirkan niat untuk menghancurkan. Menutupi perintah Tuhan dengan pembenaran.
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. (Al-Hujurat: 12)
Ketika dusta telah terlahir, maka tumbuh bukanlah suatu hal yang sulit. Dusta lahir dari pembenci, diteruskan oleh para fakir dan disebarluaskan oleh pemilik kepentingan. Menutupi dunia dengan segala pesimisme dan keburukan. Karena berita buruk selalu lebih disukai daripada berita baik.
Cukuplah seseorang dikatakan berdusta bila menceritakan segala hal yang ia dengar. [HR. Muslim]
Maka di dunia yang penuh hiruk pikuk ini, diam terkadang adalah jawaban yang tepat. Seperti diam-nya Abu Hurairah terhadap separuh hadis.

Senin, 15 Januari 2018

Para Topi

Karena mencintai terlalu mainstream, maka membenci menjadi alternatif untuk mereka yang ingin berbeda. Maka muncullah para pembenci, mereka yang melontarkan kata-kata yang berbeda dengan kebanyakan. Mereka yang skeptis terhadap dunia, mereka yang merasa berjuang di antara manusia yang tersesat.

Padahal benci adalah sebagian dari cinta, eh?

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (Muttafaq ‘alaih: Al-Bukhari, no. 6018; Muslim, no.47)
(source: pixabay.com)

Di dunia yang penuh sesak ini, mungkin mereka hanya butuh ruang. Hiruk pikuk tidak memberikan mereka cukup kesempatan untuk didengarkan. Toh saat ini semua orang boleh bersuara, sayangnya tidak semua mau mendengarkan.

Atau mungkin mereka hanya butuh waktu untuk menjadi dewasa?

"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain," (Al-Hujaraat: 12).

Kamis, 11 Januari 2018

Fair

Karena tidak pernah ada yang benar-benar adil, selama hayat masih dikandung badan. Setiap hakim memiliki persepektif, dan setiap perspektif memiliki ketidak adilan. Ini bukan hanya tentang sama rasa sama rata. Ikan tentu tidak bisa memanjat pohon, ikan juga tidak bisa memilih siapa yang akan memakannya.

Bagi pengguna jalan, tentu tidak adil jika haknya untuk mencapai tujuan terhalangi. Namun bagi mereka yang bahkan tidak bisa berjalan, lebih tidak adil jika haknya untuk tetap hidup dihalangi. Toh pada akhirnya semua butuh hidup?

Dan setiap hakim akan selalu berpihak, kepada siapa dia bertanggung jawab. Tidak ada yang dapat lepas dari seluruh ikatan.

Fair (source: pixabay.com)


Maka terkadang kita harus melakukan ketidakadilan untuk mencari keadilan. Karena keadilan hanyalah sebuah konsep yang dibatasi dalam berbagai konteks. Jika kamu mencari keadilan, pergilah ke pekan raya.

Jumat, 12 Mei 2017

Sebuah Berita Bohong

Aku tahu, kau lahir dari lingkungan yang sama. Bosan dengan segala bentuk kemunafikan dan kebobrokan yang terkemas indah di permukaan. Hidup dengan idealisme kuat dan ingin mengubah dunia. Tempat dimana tidak ada lagi orang busuk untuk sembunyi.

Kamu orang baik, hanya saja tidak ada orang yang sempurna. Begitu pula dirimu dengan ego dan perilakumu.

Dan setelah drama panjang yang melelahkan ini, aku pun mulai berubah pikiran. Bahwa ini bukan tentang benar dan salah. Bukan tentang malaikat melawan setan. Dunia tidak sehitam putih itu. Dan kamu perlu lebih banyak mendengarkan.

Unsplash (pexels.com)

Ini adalah tentang sebanyak mungkin mengajak orang berbuat kebaikan. Bukan melawan dan membunuh orang jahat. Maka kita tidak bisa memusuhi melawan, apalagi jika itu adalah teman dan saudara kita. Dan kita tidak bisa menang di atas derita orang lain.

Pengalaman adalah guru terbaik, terima kasih atas pengalaman pahitmu yang mengajarkan banyak hal. Dan untukmu yang terkurung dalam ruangan mewah, belajarlah! Sudah cukup para pendukungmu kamu ombang-ambingkan selama ini demi egomu. Mulailah dari lapang dada dan meminta maaf.

Rabu, 26 April 2017

Bukan tentang Proses

Jadi kalau bekerja orientasinya harus kepada hasil. Bukan kepada proses. Kelihatannya sibuk sekali tetapi menghasilkan apa tidak. (Dahlan Iskan)
Saya salah satu penggemar tulisan mantan menteri yang kini menjadi tersangka korupsi tersebut. Selain kepiawaiannya dalam mengelola korporasi bagaimanapun juga dia adalah wartawan yang sehari-harinya hidup dengan permainan kata-kata.

Dari sekian rangkaian kata-kata yang dia munculkan, quote tersebut menjadi salah satu favorit saya. Quote tersebut seolah mengebiri ilmu-ilmu manajemen populer pada saat itu yang mayoritas berkiblat pada Jepang dengan Toyota-nya yang menekankan pada pentingnya proses.

Hanya saja perkembangan bisnis dan pasar saat ini yang serba instan, ilmu-ilmu tersebut kini mulai ditinggalkan. Bisnis tidak harus sempurna, bahkan melemparkan sebuah produk setengah matang ke pasar tanpa ditelaah terlebih dahulu sudah menjadi praktek yang biasa. Ini adalah tentang kecepatan, karena toh pada akhirnya tidak ada yang sempurna. Yang penting adalah tetap membuka ruang untuk perbaikan di kemudian hari. Maka bagi saya quote tersebut sangat aplikatif dan sesuai dengan kondisi masyarakat saat ini.

Hingga akhirnya hasil Pilkada DKI tahun 2017 diumumkan.
Maka ini menjadi sebuah titik balik bagi logika pemikiran saya.

Menjadi pemimpin bukan sekedar menjalankan bisnis, terlebih jika organisasi yang dipimpin bukan berbentuk perusahaan. Produk dapat dilahirkan, namun juga akan hilang seketika. Karena pada akhirnya materi tidak akan pernah kekal.

Anda mungkin Clark Kent yang mampu membangun Borobudur dalam waktu satu malam. Namun ribuan masyarakat yang marah juga dapat menjarah Borobudur dalam satu malam. Pertanyaannya adalah apakah kita membutuhkan Borobudur lain sementara kita sudah memiliki satu di Magelang? Karena cukup adalah sebuah kata yang relatif.

Bussiness, Learning, Meeting (pexels.com)

Maka ini adalah tentang membentuk manusia. Anda tidak akan mendapatkan hasil secepat yang diharapkan, setidaknya kita memberikan kemampuan dan pilhan agar hasil tersebut dapat mereka dapatkan ketika mereka inginkan nantinya. Anda dapat bermimpi seorang diri dan berakhir di RSJ, atau anda dapat bermimpi bersama dan menjadi visioner.

Semua butuh investasi, namun apakah kita semua cukup memiliki kesabaran di dunia yang serba instan?