Kamis, 17 Maret 2011

Behavioris (B.F. Skinner) Memandang

frmnrdhn.wordpress.com
Skinner sebagai tokoh pelopor aliran Behaviorisme, memiliki pandangan berbeda mengenai psikologi. Menurutnya, psikologi seharusnya berfokus pada perilaku-perilaku tampak yang dapat kita observasi supaya dapat dikatakan ilmiah. Sehingga dia memiliki kecenderungan untuk menolak hal-hal yang sifatnya tidak tampak. 

Dengan kata lain Skinner menolak teori-teori kepribadian dikarenakan itu semua bersumber dari data-data yang tidak dapat diobservasi secara langsung. Hal-hal semacam insting, motivasi, drives, dan semacamnya menurutnya tidak dapat diobservasi secara langsung sehingga ditolaknya. 

Satu-satunya cara mengontrol dan meramalkan tingkah laku adalah dengan melihat peristiwa sebelum perilaku tersebut muncul. Bukan berarti dorongan dari dalam itu tidak ada,tetapi Skinner berusaha agar objektif dan ilmiah dengan melihat sesuatu berpatokan pada hal-hal yang dapat diamati secara langsung. 

Skinner sendiri juga tidak tertarik terhadap perbedaan individual atau ciri individual. Skinner berpendapat bahwa psikologi harus bisa menemukan hukum-hukum umum dari suatu perilaku atau hubungan empirik antara suatu respon dengan stimulus penyebabnya. 

Dalam penelitiannya Skinner menggunakan hewan sebagai subjeknya. Berbeda dengan Freud yang menggunakan orang yang abnormal, Rogers dengan orang yang sehat, atau Maslow yang menggunakan orang sukses. Menurutnya hewan dan manusia pada dasarnya merespon stimuli yang sama, hanya berbeda tingkat kompleksitasnya. 

Tingkah laku sendiri hanya bisa dikontrol oleh lingkungan. Sehingga segala bentuk kesatuan perilaku dari suatu individu yang biasa kita sebut sebagai kepribadian tersebut sejatinya hanyalah kumpulan tingkah laku yang tidak perlu disatukan. Tingkah laku tersebut dapat berubah tergantung pada lingkungan atau stimulus yang ada. 

Tingkah laku sendiri dibagi menjadi dua macam: 
  1. Tingkah laku Responden (respondent behavior); yaitu tingkah laku yang dihasilkan organisme untuk menjawab stimulus yang secara spesifik ada. Misalnya mengeluarkan air liur karena adanya makanan. 
  2. Tingkah laku operan (operant behavior); yaitu tingkah laku yang muncul tanpa adanya stimulus spesifik yang memaksa terjadinya respon tersebut. Terjadi penghubungan atau pengikatan antara stimulus baru dengan respon yang baru. 

Tidak ada perkembangan yang pasti terhadap kepribadian. Karena pada dasarnya setiap perilaku dapat berubah tergantung lingkungan. Pertambahan usia hanya berpengaruh pada semakin cepat atau lambatnya individu dalam merespon suatu stimulus. 

Pada usia tua misalnya, individu memiliki kecenderungan berkurangnya kemampuan untuk merespon stimulus. Tetapi perlu juga dipahami dengan semakin bertambahnya usia, semakin kompleks pula stimulus yang akan dihadapi individu tersebut. 



Sumber: 
Alwisol. 2008. Psikologi Kepribadian edisi revisi. Malang: UMM Press

Rabu, 16 Maret 2011

Masalah

Kata orang, masalah itu ada dua macam. Yang pertama adalah masalah yang dapat diselesaikan dan yang kedua adalah masalah yang tidak dapat diselesaikan. Tapi aku berpikir berbeda. Menurutku masalah itu ada tiga macamnya yaitu masalah yang dapat diselesaikan, masalah yang hanya dapat diselesaikan oleh waktu, dan yang ketiga ini yang terkadang dianggap paling mustahil.

Jika kepalamu tidak dapat menyelesaikan masalah yang kamu hadapi, maka pecahkan saja kepalamu. Masalah selesai.

Senin, 14 Maret 2011

sampai kapan kau akan terus berkibar?

Kita yang suka melebih-lebihkan

Benar, kan?

bulan

Aku tahu kau disana, keluarlah. Mengapa engkau terus menerus sembunyi dibalik gumpalan awan hitam itu?
Kau tahu, sungguh percuma usahamu itu. Karena sungguh sulit menyembunyikan cahaya di dalam kegelapan.

Jumat, 11 Maret 2011

altruism, masihkah?

dalamnya hati, luasnya perut

Kata orang, dalamnya lautan bisa terukur sedangkan dalamnya hati siapa tahu. Hati memang sebuah hal yang misterius. Tidak ada yang benar-benar tahu isi hati kecuali Tuhan dan manusia itu sendiri. Sedangkan Freud dan para pengikutnya, hanya mencoba untuk sok tahu dan mereka-reka apa yang ada dalam hati tanpa pernah tahu kenyataan. Karena sejatinya itu adalah ilmu Tuhan.

Jika dalamnya hati tidak ada yang benar-benar tahu, lalu bagaimana dengan perut? Manusia memliki perut yang tampak kecil. Tetapi perlahan tapi pasti, dunia dan seisinya mampu ditelannya semua. Celakanya dunia saat ini ibarat perlombaan makan yang tidak pernah selesei jika dunia ini belum habis tanpa sisa dan mmanusia kemudian akan menyesalinya.

Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (7:31)