Kamis, 18 Desember 2014

Dunning-Kruger

I know that i'm intelligent, because i know that i know nothing (Socrates)

Orang bijak pernah berkata bahwa satu-satunya hal yang paling berharga dan tidak akan habis dimakan waktu adalah ilmu. Namun tampaknya orang itu tidak sepenuhnya bijak karena kini kita tahu, bahwa pada akhirnya ilmu juga akan lekang dimakan oleh waktu.

Dahulu kita yakin bahwa bumi adalah pusat alam semesta dan beberapa ratus tahun kemudian baru kita sadari bahwa hal tersebut salah. Namun kini sebuah tekonologi yang baru diciptakan kurang dari sepuluh tahun yang lalu sudah tidak lagi mendapatkan tempat di masyarakat. Dunia begitu cepat berubah, dan ilmu semakin cepat berkembang.

Maka ketika kita yakin bahwa kita cukup pintar, maka di saat itulah kita sadar bahwa kita tidak tahu apa-apa. Hanya orang yang tidak tahu yang merasa dirinya paling tahu.

Be Stupid (jacac.deviantart.com)

Mungkin saat ini kita cukup pintar, namun harus kita terima pada akhirnya nanti kita akan tertelan oleh waktu. Ketika ilmu kita sudah tidak lagi berguna dan generasi setelah kita jauh lebih pintar daripada kita. Maka apakah yang tersisa dari diri kita?

Minggu, 23 November 2014

Melihat

Di dunia yang serba transparan ini, semua informasi yang kita inginkan dapat kita peroleh. Mulai dari fakta bahwa babi berkaki empat pun kita temukan juga bahwa sebagian babi berkaki tiga. Informasi begitu banyak, namun otak kita terbatas. Kita tidak bisa memasukkan dunia ke dalam otak kita yang terbatas.

it's how you see the world (enaa.deviantart.com)

Maka kita hanya akan melihat apa yang ingin kita lihat, kita hanya mendengar apa yang ingin kita dengar, kita hanya ingin membaca apa yang kita ingin baca, kita hanya melihat fakta apa yang ingin kita lihat, kita hanya berpikir apa yang ingin kita pikirkan. Kita masih terkurung dalam kebodohan, dalam paradigma ego kita. Mungkin kita terlalu takut.

Dunia bukanlah dunia apa adanya, namun dunia adalah dunia yang kita pikirkan. Tetap terbuka.

Kamis, 30 Oktober 2014

Banding

Diantara seluruh lelaki/wanita yang pernah memasuki kehidupanmu, siapakah yang paling cantik/tampan? Siapa yang paling pintar? Siapa yang paling kaya? Kamu boleh menjumlahkannya, mengalikannya dengan bobot tertentu ataupun memberikan nilai dengan angka apapun. Lalu jawablah pertanyaan terakhir ini: apakah dia yang akan engkau pilih menjadi pendamping hidupmu? Atau yang lebih mendasar, tegakah kamu membandingkan kekasihmu dengan lelaki/wanita lain?

Lalu apa jadinya jika pacar atau kekasihmu saat ini membandingkan dirimu dengan mantan kekasihnya? Apakah kamu akan merasa bangga ketika mampu merendahkan orang lain? Bagaimana jika kamu yang ternyata lebih rendah, relakah?

Kawan, manusia bukanlah sesuatu yang bisa kau bandingkan begitu saja. Sadarilah bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya, namun bukan hak kita untuk menilai dan membandingkan. Manusia adalah makhluk berjiwa dan berperasaan, bukan sekedar objek dari justifikasi kita yang subjektif. Mereka tidak bisa dibandingkan satu dengan yang lain.

Kawan, yakinlah siapa mereka saat ini adalah yang terbaik yang dapat mereka raih. Kita tidak pernah tahu lingkungan seperti apa yang mereka hadapi sebelumnya. Yakinlah bahwa mereka saat ini adalah hasil dari sebuah proses dari perjalanan mereka menuju kesempurnaan. Dan kesempurnaan masing-masing orang tidaklah sama.

Compare (erinbird.deviantart.com)

Maka satu hal yang menjadi hak kita hanyalah untuk membuktikan kita lebih naik dari mereka. Bukan mencela, merendahkan atau membandingkan.

Setiap kali orang yang engkau rasa kurang baik muncul sebagai pemenang, maka bukanlah kebencian yang harus kau tanamkan. Tetapi rasa malu karena orang baik masih belum mampu menyamai kehebatan mereka.

Selasa, 28 Oktober 2014

Sumpah Istimewa

Apa yang membedakan sumpah pemuda dengan sumpah lainnya? Sudah sering aku mendengar para pemuda itu bersumpah, dan seringpula aku melihat bahwa mereka mengingkarinya. Mulai dari sumpah tentang kisah percintaan mereka, kenakalan yang mereka lakukan, janji yang tidak dapat mereka tepati, hingga idealisme yang luntur ketika mereka sudah tidak lagi menjadi pemuda. Sumpah mereka sama saja, tidak ada bedanya dengan kebanyakan manusia yang munafik dan menganggap Tuhan tidak ada sehingga tidak ada konsekuensi apapun terhadap sumpah yang mereka langgar.

Apa yang membedakan pemuda dengan orang lainnya? Sudah sering aku melihat pemuda bertindak dengan gegabah. Mereka merasa paling tahu di dunia ini, serta tidak mau tunduk terhadap sistem organisasi di dalam masyarakat. Mereka merasa paling tahu karena tidak tahu. Mereka sering bertindak tanpa dilandasi pemikiran yang mendalam. Mereka adalah kereta api yang meluncur dengan cepat tanpa adanya sistem pengereman yang memadai. Semua diterabas tanpa berpikir akan konsekuensinya.

Pemuda hanyalah sebuah fase kehidupan. Maka ketika kita tidak muda lagi, apakah lantas janji yang telah kita ucapkan otomatis gugur seiring perubahan status kita? Ataukah itu sumpah yang mengikat kita sepanjang hayat? Bagaimana pula dengan pemuda saat ini yang mereka tidak mengikuti sumpah di kala itu, akankah mereka juga terikat dengan sumpah yang diucapkan oleh pendahulunya?

Sumpah Pemuda (agoez-depe.deviantart.com)

Maka ketahuilah bahwa manusia itu dilihat dari pribadinya. Mereka yang tidak mampu mengikuti sumpah yang mereka ucapkan, tentu tidak bisa dianggap sebagai manusia. Selamat hari sumpah pemuda.

Rabu, 27 Agustus 2014

Logic

I love logic. Although love aren't logic.

Minggu, 17 Agustus 2014

Merdeka dari Hati

 
(source: kdri.web.id)
Dunia ini sempurna dengan setiap kekurangan dan kelemahannya masing-masing. Itulah mengapa Tuhan menciptakan manusia, untuk menjadi kekurangan dan kelemahan dari dunia, serta untuk memperbaiki kekurangan dan kelemahan tersebut. Sebongah demi sebongkah, sama halnya ketika kita membuat kerusakan di dunia. Dan dengan bantuan dari Sang Waktu maka hal yang sedikit itu perlahan menjadi banyak di luar apa yang mampu dibayangkan oleh manusia.

Maka sesuatu yang besar juga memiliki permasalahan dan kekurangan yang besar pula. Dunia ini adil. Di balik setiap kekuatan yang ada tersedia tantangan yang luar basa. Dan sekali lagi Sang Waktu hanyalah instrument netral. Dia akan mengalikan setiap kebaikan dan kekurangan yang ada sesuai dengan proporsinya masing-masing.

Enam puluh sembilan tahun adalah faktor pengali dari kebaikan dan kelemahan bangsa ini. Bukan berarti enam puluh sembilan tahun menunjukkan bahwa bangsa ini merdeka dari permasalahan, justru enam puluh sembilan tahun menunjukkan bahwa permasalahan bangsa ini lebih kompleks enam puluh sembilan kali dari awal kemerdekaan. Namun kekuatan kita juga enam puluh Sembilan kali lebih banyak dari awal kemerdekaan. Seharusnya.

Maka disinilah kita menambil peran. Dunia selalu memiliki sisi baik dan sisi buruk, pertanyanya adalah ada dimana kita selama ini dan berbuat apa di dalam sisi tersebut. Seseorang oleh berada di sisi yang buruk, namun disana dia mengajak orang-orang di dalamnya untuk berbuat kebaikan. Begitu pula seseorang bisa saja berada di sisi yang baik, namun di dalamnya dia mengajak orang-orang untuk berbuat kerusakan.

“Jadilah kamu manusia yang pada kelahiranmu semua orang tertawa bahagia, tetapi hanya kamu sendiri yang menangis dan pada kematianmu semua orang menangis sedih, tetapi hanya kamu sendiri yang tersenyum.” (Mahatma Gandhi)

Maka dimanapun kita berada, teruslah berusaha untuk berbuat kebaikan dan terus menerus membangun apa yang kita yakini sebagai kebaikan. Kita tidak bisa hanya berdiam diri dan berkata bahwa itu semua berada di luar kemampuan kita. Ingatlah bahwa dalam setiap keterbatasan terdapat sebuah pilihan. Dan mendiamkan keburukan adalah sama halnya dengan berbuat keburukan itu sendiri. Bertindaklah, tunjukkan bahwa kita berada dalam barisan orang-orang yang berusaha untuk berbuat kebaikan dengan berbagai cara.

Perjuangan ini belum berakhir. Kita boleh bangga bahwa Indonesia telah lepas dari jeratan utang IMF, namun kita harus ingat bahwa bukan berarti Indonesia kini tidak lagi berhutang. Kita boleh bangga bahwa pertumbuhan ekonomi kita cukup tinggi, namun kita harus ingat bahwa kita masih melakukan impor dalam jumlah yang banyak untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri.

Permasalahan ini masih ada, dan akan terus ada seiring perkebangan manusia. Itulah mengapa Tuhan menciptakan mausia, untuk menyelesaikan permasalahan yang mereka ciptakan sendiri. Dan kita tiak bisa hanya berdiam diri dan mengatakan itu semua di luar kuasa kita. Ingatlah bahwa setiap permasalahan juga diciptakan oleh tindakan-tindakan kecil. Begitu pula bahwa setiap kebaikan juga akan disebarkan melalui setiap tindakan-tindakan kecil. Merdeka, dan tetap berusaha dimanapun, kapanpun dan dengan cara apapun. Merdeka dari dalam hati untuk bertindak.

Kamis, 26 Juni 2014

Cantik

Sebagian orang terlihat cantik sekilas pandang. Namun jika kita memperhatikan dengan sungguh-sungguh, maka sebenarnya dia tidak secantik apa yang kita kira sebelumnya.

Sebaliknya, sebagian yang lain tampak biasa saja sekilas pandang. Namun jika kita memperhatikan dengan sungguh-sungguh, barulah kita menyadari bahwa dia lebih cantik dari apa yang kita kira.

Sedangkan sisanya, mereka benar-benar cantik ataupun biasa saja. Memandang dengan intensitas yang lebih lama tidak akan mengubah pendapat kita.

Beauty (troyblue.deviantart.com)

Perhatikan