Senin, 28 Februari 2022

The Year of Sorrow

All the city has boycotted him, his family and his disciple. They can't bought any food or trade anything. His lovely wife was sick then died. Can't imagine to lost somebody who have accompanied him through all the struggle.

A few days after, his beloved uncle passed away. Somebody who always protect him from the enemy. Without his protection, their enemy easily hurt or even kill him. Then it happen, when embargo are not enough they started to hurting them. But the worst things is, he can't even send any prayer for beloved uncle who always protecting him when he died.

He tried to find protection from other city. Unfortunately they reject it and send assassin to kill him. He could escape but the struggle are keep going afterwards. However he keep believes that better day will coming, when people start to understand what he said. Even a slave that believed to him is more than enough.

One day, his enemy mocking him "is there any other message had you received?" He said  "I just traveling to Jerussalam and fly to the skies within a night. I pray with the other messenger"

People in the city are suprissed. Their enemy said that he was crazy due to his lost and all the persecution. Is it amounts of pressure that make a honest man to be a crazy one?

Even his friends and disciple started to doubt. All the public figure has stated their argument except one person. If this person also doubting him then nobody will believe him.

Could we believe somebody in the deep mourning doing unbelievable things and not make sense? Or it just some mental issues due to his lost.

"Is he said that? Then I believed it. I believed everything what he said, even when he said that he got message from The God", he said without any doubt.

That's the real definition of faith and the reason we call him "Ash Sidiq".

Kamis, 22 Agustus 2019

Peduli

Pernah ada masa dimana dunia tidak dibagi menjadi publik dan privat. Ketika pagar tidak menghalangi orang untuk masuk namun hanya sebatas penanda. Ketika perasaan manusia tidak sesensitif pantat bayi.

Maka manusia saling peduli melalui percakapan-percakapan sederhana dan pertanyaan-pertanyaan retoris tanpa harus merasa tidak nyaman. Karena semua orang mendoakan agar kita memiliki keluarga yang bahagia, karena tidak peduli dengan jabatan atau posisimu di pekerjaan barangkali kita bisa saling berbagi rezeki, karena gemuk berarti kita tidak kesulitan untuk makan. Karena mereka tahu bahwa di bawah semua itu ada rasa kepedulian yang sangat berharga.

Namun di tengah masyarakat yang konon katanya komunal namun tak berbentuk ini semua menjadi absurd. Privasi menjadi dalih agar orang tidak boleh peduli dengan kita. Atau mungkin kita yang terlalu egois dan menutup erat pintu silaturahmi.

Jumat, 26 Juli 2019

Islam Anti Pancasila?

Salah satu damak dari pergolakan politik beberapa tahun teeakhir adalah munculnya kembali Islamiphobia di masyarakat. Berawal dari gerakan beberapa elemen Islam terhadap salah satu tokoh politik di Indonesia yang mengeluarkan ujaran yang tidak semestinya. Sayangnya kasus ini ditindaklanjuti berlebihan oleh pemerintah dengan membubarkan ormas yang dianggap anti pancasila.

Hingga kini isu itu pun terus bergulir. Segala bentuk simbol dan hal-hal yang dianggap berhubungan dengan organisasi tersebut dianggap gerakan anti pancasila. Celakanya banyak orang salah kaprah mengasosiasikan simbol-simbol Islam yang kebetulan juga digunakan organisasi tersebut sebagai bagian dari aktifitas anti pancasila.

Ibaratnya jika suatu saat kita menangkap salah satu koruptor yang kebetulan juga orang Indonesia yang gemar makan nasi, maka kini nasi dianggap sebagai ciri para koruptor.

Dalam kasus ini tentunya yang terdampak adalah umat Islam. Hanya karena organisasi tersebut memakai bendera berlafazkan tauhid misalnya, kini kalimat tauhid menjadi bulan-bulanan masyarakat. Padahal tauhid adalah hal yang paling membedakan antara muslim dan non-muslim.

Islam bukan tentang siapa nama Tuhan yang disebut dalam doa, bukan tentang rumah ibadah mana yang kamu datangi, bukan tentang apakah kamu makan babi atau tidak. Islam adalah ideologi yang diwujudkan dalam perilaku dan membentuk suatu kebudayaan. Nabi Muhammad SAW membawa Islam bukan untuk membuat kelompok pengajian, tapi beliau datang membentuk suatu masyarakat yang beradab.

Maka kini ketika orang sering membenturkan antara Islam dan Pancasila, menurut saya itu adalah dua hal yang berbeda. Sebagai seorang muslim, maka ideologi kita adalah Islam. Bukan nasionalis, marhaenis, komunis atau liberalis. Ideologi yang mengajarkan tentang ketaatan terhadap Allah SWT sebagai satu-satunya Tuhan di dunia ini, dan bahwa segala sesuatu yang ada di dunia berjalan sesuai hukum yang ditetapkannya. Allah SWT harus kita tempatkan diatas segalanya, termasuk negara maupun pemerintahan.

Namun bukan berarti mereka yang berideologi Islam berarti anti pancasila. Pancasila adalah suatu dasar negara. Anti berarti berlawanan, akan tetapi yang kita temukan justru Islam dan Pancasila adalah dua hal yang sejalan. Semua konten Pancasila sudah terdapat dalam ajaran Islam.

Mulai dari Ketuhanan yang Maha Esa. Tentu hal ini tidak perlu diperdebatkan. Islam turun di Mekkah bukan untuk mengenalkan Allah SWT sebagai Tuhan, karena pada dasarnya penduduk Mekkah pada masa itu sudah menyembah Allah SWT. Islam turun adalah untuk menekankan bahwa Allah itu Esa. Tidak ada yang lain dan tidak sepantasnya menyukutukan-Nya, terlebih dengan berhala-berhala ciptaan manusia.

Begitu pula dengan kemanusiaan yang adil dan beradab. Ada banyak sekali ayat yang menekankan tentang pentingnya berbuat adil kepada siapapun tanpa memandang status sosial, agama, maupun label apapun yang ada pada manusia. Termasuk dalam hal ini adalah perlu adanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

Berbicara tentang masyarakat yang beradab, maka hampir semua literasi di Indonesia merujuk kepada masyarakat madani yang bersumber pada kondisi masyarakat yang dibentuk Rasulullah di Madinah. Sehingga untuk Sila kedua pun jelas menunjukkan betapa Islam dan Pancasila adalah dua hal yang sejalan dan bukan berlawanan.

Hal lain yang diatur dalam Islam adalah kepemimpinan dan ukhuwah. Jika kita merujuk pada hadis-hadis dan hukum islam, maka persatuan umat adalah yang utama. Ada banyak hadis yang berbicara tentang pentingnya untuk patuh pada pemimpin demi menjaga persatuan. Begitu pula dalam hal fiqih seperti qunut misalnya, meskipun ada sebagian ulama berpendapat bahwa qunut tidak diperbolehkan kecuali dalam keadaan tertentu (musibah) saja, namun apabila imam shalat sudah memimpin qunut maka wajib bagi semua muslim untuk mengangkat tangan dan ikut meng-amin-kan. Maka tentunya persatuan Indonesia bukanlah hal yang tabu bagi masyarakat Muslim di Indonesia.

Terakhir adalah tentang kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawartan perwakilan. Tentu hal ini juga sejalan dengan contoh-contoh nyata yang dilakukan oleh Rasulullah dan para sahabat dalam memimpin. Berbagai contoh tentang keputusan-keputusan bijaksana menghiasi cerita-cerita sejarah Islam. Begitu juga dengan permusyawaratan, salah satu contoh nyata adalah bagaimana Rasulullah membuat piagam madinah, menengahi kasus hajar aswad dan berbagai cerita lainnya.

Oleh karenanya sangat aneh apabila belakangan ini muncul narasi-narasi yang seolah ada masyarakat Islam yang anti-Pancasila. Terlebih bahwa kita tahu bahwa Pancasila itu adalah sepenggal bagian dari ajaran Islam. Sangat tidak mungkin bagi orang yang benar-benar memahami Islam untuk bertindak berlawanan dari Pancasila.

Sudah saatnya kita hentikan prasangka dan tuduhan semacam itu, terlebih jika yang dituduh adalah saudara kita sendiri.

Minggu, 26 Mei 2019

Narasi

Narasi membentuk cerita yang ditulis oleh pemenang. Karena mereka yang kalah tidak akan lagi mampu bercerita. Mereka hancur, terasing, dan musnah. Maka kebenaran adalah kenyataan para pemenang yang disusun di atas narasi untuk mengkokohkan perjuangan yang mereka lakukan.

Kebenaran selalu berpihak, karena itu bersifat relatif. Tidak ada benar dan salah tanpa adanya konteks. Narasi bertugas menciptakan konteks tentang konsep kebenaran yang akan ditampilkan.

Kematian adalah tragedi, jika dan hanya jika itu merugikan. Namun sekali lagi rugi untung adalah teman benar salah. Semua terbungkus dalam narasi.

Kematian ribuan nyamuk tidak pernah menjadi tragedi bagi manusia. Pun kematian manusia bagi seekor ayam.

Ketika kematian manusia tidak lagi menjadi tragedi, mungkin kita hanyalah sebatas amfibi atau mamalia bersayap.

Rabu, 05 Desember 2018

Ingus


Tidak ada yang lebih besar di dunia ini kecuali Ego. Dibangun oleh defense mechanism dan diperkuat oleh pengetahuan dan pengalaman. Dan memang seperti itulah seharusnya, manusia tidak seharusnya meragukan dirinya sendiri.

Maka jika kita mengikutinya, dunia dan seisinya pun akan tertelan.
Humble /ˈhʌmb(ə)l/ [adj] (1) Having or showing a modest or low estimate of one's importance; (2) Of low social, administrative, or political rank; (3) (of a thing) of modest pretensions or dimensions
Namun jika kita sadar bahwa ego adalah imajinasi pribadi, tidak berbentuk dan tidak nyata. Hidup diantara imajinasi-imajinasi lainnya yang diciptakan oleh ribuan otak. Dan tidak ada kebenaran yang hakiki dari perdebatan manusia.

Sepantasnya kita menyisihkan waktu untuk selalu mendengar. Mengabaikan suara-suara monyet di dalam kepala, memahami ego orang lain di dunia yang relatif.

Kamis, 05 April 2018

Benci tapi (tidak) Rindu

Karena luka lebih terasa, sedangkan kasih sayang baru terasa setelah itu hilang. Maka benci lebih mendalam dari cinta. Kebencian yang dibumbui oleh pembenaran menutupi kebaikan dari orang yang dibenci.
Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Al-Maidah: 8)
Kebencian yang berlebihan mengkonsumsi hidup kita. Diskriminasi. Memenuhi segala niat dan pikiran, menutupi kebenaran. Melahirkan prasangka dan dusta. Fitnah dan tuduhan. Melahirkan niat untuk menghancurkan. Menutupi perintah Tuhan dengan pembenaran.
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. (Al-Hujurat: 12)
Ketika dusta telah terlahir, maka tumbuh bukanlah suatu hal yang sulit. Dusta lahir dari pembenci, diteruskan oleh para fakir dan disebarluaskan oleh pemilik kepentingan. Menutupi dunia dengan segala pesimisme dan keburukan. Karena berita buruk selalu lebih disukai daripada berita baik.
Cukuplah seseorang dikatakan berdusta bila menceritakan segala hal yang ia dengar. [HR. Muslim]
Maka di dunia yang penuh hiruk pikuk ini, diam terkadang adalah jawaban yang tepat. Seperti diam-nya Abu Hurairah terhadap separuh hadis.

Senin, 15 Januari 2018

Para Topi

Karena mencintai terlalu mainstream, maka membenci menjadi alternatif untuk mereka yang ingin berbeda. Maka muncullah para pembenci, mereka yang melontarkan kata-kata yang berbeda dengan kebanyakan. Mereka yang skeptis terhadap dunia, mereka yang merasa berjuang di antara manusia yang tersesat.

Padahal benci adalah sebagian dari cinta, eh?

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (Muttafaq ‘alaih: Al-Bukhari, no. 6018; Muslim, no.47)
(source: pixabay.com)

Di dunia yang penuh sesak ini, mungkin mereka hanya butuh ruang. Hiruk pikuk tidak memberikan mereka cukup kesempatan untuk didengarkan. Toh saat ini semua orang boleh bersuara, sayangnya tidak semua mau mendengarkan.

Atau mungkin mereka hanya butuh waktu untuk menjadi dewasa?

"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain," (Al-Hujaraat: 12).

Kamis, 11 Januari 2018

Fair

Karena tidak pernah ada yang benar-benar adil, selama hayat masih dikandung badan. Setiap hakim memiliki persepektif, dan setiap perspektif memiliki ketidak adilan. Ini bukan hanya tentang sama rasa sama rata. Ikan tentu tidak bisa memanjat pohon, ikan juga tidak bisa memilih siapa yang akan memakannya.

Bagi pengguna jalan, tentu tidak adil jika haknya untuk mencapai tujuan terhalangi. Namun bagi mereka yang bahkan tidak bisa berjalan, lebih tidak adil jika haknya untuk tetap hidup dihalangi. Toh pada akhirnya semua butuh hidup?

Dan setiap hakim akan selalu berpihak, kepada siapa dia bertanggung jawab. Tidak ada yang dapat lepas dari seluruh ikatan.

Fair (source: pixabay.com)


Maka terkadang kita harus melakukan ketidakadilan untuk mencari keadilan. Karena keadilan hanyalah sebuah konsep yang dibatasi dalam berbagai konteks. Jika kamu mencari keadilan, pergilah ke pekan raya.

Jumat, 12 Mei 2017

Sebuah Berita Bohong

Aku tahu, kau lahir dari lingkungan yang sama. Bosan dengan segala bentuk kemunafikan dan kebobrokan yang terkemas indah di permukaan. Hidup dengan idealisme kuat dan ingin mengubah dunia. Tempat dimana tidak ada lagi orang busuk untuk sembunyi.

Kamu orang baik, hanya saja tidak ada orang yang sempurna. Begitu pula dirimu dengan ego dan perilakumu.

Dan setelah drama panjang yang melelahkan ini, aku pun mulai berubah pikiran. Bahwa ini bukan tentang benar dan salah. Bukan tentang malaikat melawan setan. Dunia tidak sehitam putih itu. Dan kamu perlu lebih banyak mendengarkan.

Unsplash (pexels.com)

Ini adalah tentang sebanyak mungkin mengajak orang berbuat kebaikan. Bukan melawan dan membunuh orang jahat. Maka kita tidak bisa memusuhi melawan, apalagi jika itu adalah teman dan saudara kita. Dan kita tidak bisa menang di atas derita orang lain.

Pengalaman adalah guru terbaik, terima kasih atas pengalaman pahitmu yang mengajarkan banyak hal. Dan untukmu yang terkurung dalam ruangan mewah, belajarlah! Sudah cukup para pendukungmu kamu ombang-ambingkan selama ini demi egomu. Mulailah dari lapang dada dan meminta maaf.

Rabu, 26 April 2017

Bukan tentang Proses

Jadi kalau bekerja orientasinya harus kepada hasil. Bukan kepada proses. Kelihatannya sibuk sekali tetapi menghasilkan apa tidak. (Dahlan Iskan)
Saya salah satu penggemar tulisan mantan menteri yang kini menjadi tersangka korupsi tersebut. Selain kepiawaiannya dalam mengelola korporasi bagaimanapun juga dia adalah wartawan yang sehari-harinya hidup dengan permainan kata-kata.

Dari sekian rangkaian kata-kata yang dia munculkan, quote tersebut menjadi salah satu favorit saya. Quote tersebut seolah mengebiri ilmu-ilmu manajemen populer pada saat itu yang mayoritas berkiblat pada Jepang dengan Toyota-nya yang menekankan pada pentingnya proses.

Hanya saja perkembangan bisnis dan pasar saat ini yang serba instan, ilmu-ilmu tersebut kini mulai ditinggalkan. Bisnis tidak harus sempurna, bahkan melemparkan sebuah produk setengah matang ke pasar tanpa ditelaah terlebih dahulu sudah menjadi praktek yang biasa. Ini adalah tentang kecepatan, karena toh pada akhirnya tidak ada yang sempurna. Yang penting adalah tetap membuka ruang untuk perbaikan di kemudian hari. Maka bagi saya quote tersebut sangat aplikatif dan sesuai dengan kondisi masyarakat saat ini.

Hingga akhirnya hasil Pilkada DKI tahun 2017 diumumkan.
Maka ini menjadi sebuah titik balik bagi logika pemikiran saya.

Menjadi pemimpin bukan sekedar menjalankan bisnis, terlebih jika organisasi yang dipimpin bukan berbentuk perusahaan. Produk dapat dilahirkan, namun juga akan hilang seketika. Karena pada akhirnya materi tidak akan pernah kekal.

Anda mungkin Clark Kent yang mampu membangun Borobudur dalam waktu satu malam. Namun ribuan masyarakat yang marah juga dapat menjarah Borobudur dalam satu malam. Pertanyaannya adalah apakah kita membutuhkan Borobudur lain sementara kita sudah memiliki satu di Magelang? Karena cukup adalah sebuah kata yang relatif.

Bussiness, Learning, Meeting (pexels.com)

Maka ini adalah tentang membentuk manusia. Anda tidak akan mendapatkan hasil secepat yang diharapkan, setidaknya kita memberikan kemampuan dan pilhan agar hasil tersebut dapat mereka dapatkan ketika mereka inginkan nantinya. Anda dapat bermimpi seorang diri dan berakhir di RSJ, atau anda dapat bermimpi bersama dan menjadi visioner.

Semua butuh investasi, namun apakah kita semua cukup memiliki kesabaran di dunia yang serba instan?

Rabu, 18 Mei 2016

Ikan Kehidupan

Konon katanya, ada banyak ikan di lautan. Masalahnya adalah lautan itu sangat luas, Bung! Ada lebih banyak air dibandingkan ikan-ikan yang ada di dalamnya. Pun kita belum lagi berbicara tentang kedalaman dan keterbatasan alat pancing. Maka wajar jika banyak pemancing yang sampai saat ini masih belum berhasil mendapatkan ikan meskipun jumlahnya ada banyak.

Lagipula jodoh bukanlah ikan. Ini bukan tentang melempar umpan dan menunggu ikan menyangkutkan kerongkongannya ke dalam kail yang tajam. Jodoh bukanlah tentang menyakiti yang lain demi keuntungan pribadi. Jodoh juga bukan tentang melempar jala dan menjaring sebanyak-banyaknya. Jodoh adalah tentang memilih seseorang yang paling tepat dan menjalani hidup bersamanya.

Dan tentang memilih, itu bukanlah hal yang mudah. Hidup tidak bisa terlalu akademis. Bukan tentang sebuah pilihan paling logis dari kemungkinan yang ada, namun tentang memilih menggunakan hati. Karena kehidupan bukan hanya tentang logika, dan jodoh adalah seseorang yang akan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan.

Wedding (bluexspace.deviantart.com)

Maka disinilah kita. Berdiri di depan rangkaian bunga dan kerumunan penuh sukacita. Merayakan dimulainya sebuah kehidupan baru. Berawal dari sebuah pilihan dari hati dan menjadi bagian penting dalam kehidupan. Sekali lagi, ini bukan tentang ikan.

Minggu, 15 Mei 2016

Menikah

Lebih dari 80% dari kehidupan kita berjalan otomatis dan sesuai dengan template umum yang diciptakan manusia. Kita hidup, kita tidur, kita makan, kita sekolah, kita bekerja, kita menikah, kita memiliki keturunan, dan sebagainya. Semua berjalan seperti apa adanya.

Namun perjalanan hidup tidak se-otomatis itu. Ada hal-hal yang kita pikirkan secara matang, namun ternyata pemikiran saja tidak cukup.Bagaimanapun juga kita butuh hati untuk memilih. Ketika dihadapkan pada pilihan yang masih misteri, maka hati adalah jawaban yang paling tepat.

Begitu juga tentang menikah, sebuah fase kehidupan yang membentang misteri di masa mendatang. Fase dimana kita terlepas dari segala atribut yang telah kita miliki selama ini dan memulai kehidupan sebagai manusia yang utuh dari awal. Menikah adalah suatu tanggung jawab besar dengan penuh misteri di depannya.

Maka ketika dihadapkan kembali pada misteri yang tidak memiliki petunjuk, hati yang akan membantu kita memutuskan. Hati yang meyakinkan kita bahwa dia orang yang tepat, bahkan dala kondisi logika yang kadang tidak masuk akal.

Get Married (pamba.deviantart.com)

Hati bukanlah rasa senang dan hati tidak akan sembarang memilih. Hati adalah kumpulan pengetahuan semesta yang terangkum namun belum mampu kita petakan. Hati adalah logika yang abstrak.

Maka jika dia telah berhasil mengambil seluruh pengetahuan semesta yang ada pada dirimu, maka yakinlah dia adalah separuh dari semestamu. Dia adalah dirimu yang lain, yang membuat semestamu menjadi utuh. Yakinlah, dan bismillah. Jalani kehidupanmu dengan sepenuh hati.

Dunia itu berputar

Dunia itu berputar. Semua memiliki siklus, termasuk adalah kehidupan. Dunia tidak berkembang ke dalam satu garis linear. Tetapi bergerak berputar dengan terus mengambil bentuk baru.

Baru adalah suatu hal yang relatif. Bagi beberapa orang, lama bisa juga berarti baru. Ini adalah masalah perspektif. Kita juga bisa tambahkan nostalgia untuk membuat suatu hal yang lama menjadi baru. Dan orang menyukainya.

Maka kini ketika semua film merupakan nostalgia masa kecil yang belum terselesaikan, semua model disebut ke dalam retro atau classic, makanan menjadi natural dan ketika gaya hidup berputar kembali ke masa lampau.

Sixth sense (ashitaro.deviantart.com)

Kamu jangan terlalu akademis. Gunakan hati kita, intuisi kita, kalau perlu gunakan sixth sense untuk mengambil keputusan.
Maka semua pengetahuan yang kita pelajari perlu kita rangkai ulang. Pada akhirnya kita tetap tidak tahu apa-apa. Dunia masih menjadi misteri. Dan pencarian akan pengetahuan merupakan jalan yang sangat panjang.

Jumat, 13 Mei 2016

Satu hal baru!

Hidup bukanlah tentang makan, minum dan tidur. Hidup adalah tentang sebuah perjalanan untuk mencapai tujuan. Perjalanan, merupakan kata yang utama dalam kehidupan.

Ini bukan tentang mencapai suatu tujuan, karena tujuan akan terus berubah seiring perjalanan hidup. Dan ketika kita telah sampai pada tujuan, maka kita akan terus mencari tujuan baru dan terus berjalan. Tujuan hanyalah mimpi fana yang kita ciptakan untuk lebih memaknai hidup.
adventure (noun) an unusual and exciting or daring experience
Dan perjalanan bukan selalu tentang kegembiraan yang dialami, namun juga tentang resiko, permasalahan dan tantangan yang dihadapi. Kita tidak akan pernah tahu apa itu gelap apabila belum pernah melihat cahaya. Kita tidak akan pernah tahu apa itu sehat apabila belum pernah merasakan sakit. Maka suka dan duka akan selalu mewarnai perjalanan yang kita lakukan.

We will be together forever (waiyiu.deviantart.com)

Ini bukan tentang apa atau kemana. Perjalanan adalah tentang bagaimana dan siapa. Maka saat ini adalah saat dimana kita telah memutuskan sebuah tujuan baru dalam perjalanan dan bagaimana kita akan menjalaninya. Sebuah perjalanan baru yang penuh dengan misteri dan tantangan. Perjalanan yang telah kita putuskan dengan penuh pertimbangan. Namun dengan keyakinan dan teman yang tepat, maka perjalanan ini bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan.

Kamis, 18 Desember 2014

Dunning-Kruger

I know that i'm intelligent, because i know that i know nothing (Socrates)

Orang bijak pernah berkata bahwa satu-satunya hal yang paling berharga dan tidak akan habis dimakan waktu adalah ilmu. Namun tampaknya orang itu tidak sepenuhnya bijak karena kini kita tahu, bahwa pada akhirnya ilmu juga akan lekang dimakan oleh waktu.

Dahulu kita yakin bahwa bumi adalah pusat alam semesta dan beberapa ratus tahun kemudian baru kita sadari bahwa hal tersebut salah. Namun kini sebuah tekonologi yang baru diciptakan kurang dari sepuluh tahun yang lalu sudah tidak lagi mendapatkan tempat di masyarakat. Dunia begitu cepat berubah, dan ilmu semakin cepat berkembang.

Maka ketika kita yakin bahwa kita cukup pintar, maka di saat itulah kita sadar bahwa kita tidak tahu apa-apa. Hanya orang yang tidak tahu yang merasa dirinya paling tahu.

Be Stupid (jacac.deviantart.com)

Mungkin saat ini kita cukup pintar, namun harus kita terima pada akhirnya nanti kita akan tertelan oleh waktu. Ketika ilmu kita sudah tidak lagi berguna dan generasi setelah kita jauh lebih pintar daripada kita. Maka apakah yang tersisa dari diri kita?

Minggu, 23 November 2014

Melihat

Di dunia yang serba transparan ini, semua informasi yang kita inginkan dapat kita peroleh. Mulai dari fakta bahwa babi berkaki empat pun kita temukan juga bahwa sebagian babi berkaki tiga. Informasi begitu banyak, namun otak kita terbatas. Kita tidak bisa memasukkan dunia ke dalam otak kita yang terbatas.

it's how you see the world (enaa.deviantart.com)

Maka kita hanya akan melihat apa yang ingin kita lihat, kita hanya mendengar apa yang ingin kita dengar, kita hanya ingin membaca apa yang kita ingin baca, kita hanya melihat fakta apa yang ingin kita lihat, kita hanya berpikir apa yang ingin kita pikirkan. Kita masih terkurung dalam kebodohan, dalam paradigma ego kita. Mungkin kita terlalu takut.

Dunia bukanlah dunia apa adanya, namun dunia adalah dunia yang kita pikirkan. Tetap terbuka.

Kamis, 30 Oktober 2014

Banding

Diantara seluruh lelaki/wanita yang pernah memasuki kehidupanmu, siapakah yang paling cantik/tampan? Siapa yang paling pintar? Siapa yang paling kaya? Kamu boleh menjumlahkannya, mengalikannya dengan bobot tertentu ataupun memberikan nilai dengan angka apapun. Lalu jawablah pertanyaan terakhir ini: apakah dia yang akan engkau pilih menjadi pendamping hidupmu? Atau yang lebih mendasar, tegakah kamu membandingkan kekasihmu dengan lelaki/wanita lain?

Lalu apa jadinya jika pacar atau kekasihmu saat ini membandingkan dirimu dengan mantan kekasihnya? Apakah kamu akan merasa bangga ketika mampu merendahkan orang lain? Bagaimana jika kamu yang ternyata lebih rendah, relakah?

Kawan, manusia bukanlah sesuatu yang bisa kau bandingkan begitu saja. Sadarilah bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya, namun bukan hak kita untuk menilai dan membandingkan. Manusia adalah makhluk berjiwa dan berperasaan, bukan sekedar objek dari justifikasi kita yang subjektif. Mereka tidak bisa dibandingkan satu dengan yang lain.

Kawan, yakinlah siapa mereka saat ini adalah yang terbaik yang dapat mereka raih. Kita tidak pernah tahu lingkungan seperti apa yang mereka hadapi sebelumnya. Yakinlah bahwa mereka saat ini adalah hasil dari sebuah proses dari perjalanan mereka menuju kesempurnaan. Dan kesempurnaan masing-masing orang tidaklah sama.

Compare (erinbird.deviantart.com)

Maka satu hal yang menjadi hak kita hanyalah untuk membuktikan kita lebih naik dari mereka. Bukan mencela, merendahkan atau membandingkan.

Setiap kali orang yang engkau rasa kurang baik muncul sebagai pemenang, maka bukanlah kebencian yang harus kau tanamkan. Tetapi rasa malu karena orang baik masih belum mampu menyamai kehebatan mereka.

Selasa, 28 Oktober 2014

Sumpah Istimewa

Apa yang membedakan sumpah pemuda dengan sumpah lainnya? Sudah sering aku mendengar para pemuda itu bersumpah, dan seringpula aku melihat bahwa mereka mengingkarinya. Mulai dari sumpah tentang kisah percintaan mereka, kenakalan yang mereka lakukan, janji yang tidak dapat mereka tepati, hingga idealisme yang luntur ketika mereka sudah tidak lagi menjadi pemuda. Sumpah mereka sama saja, tidak ada bedanya dengan kebanyakan manusia yang munafik dan menganggap Tuhan tidak ada sehingga tidak ada konsekuensi apapun terhadap sumpah yang mereka langgar.

Apa yang membedakan pemuda dengan orang lainnya? Sudah sering aku melihat pemuda bertindak dengan gegabah. Mereka merasa paling tahu di dunia ini, serta tidak mau tunduk terhadap sistem organisasi di dalam masyarakat. Mereka merasa paling tahu karena tidak tahu. Mereka sering bertindak tanpa dilandasi pemikiran yang mendalam. Mereka adalah kereta api yang meluncur dengan cepat tanpa adanya sistem pengereman yang memadai. Semua diterabas tanpa berpikir akan konsekuensinya.

Pemuda hanyalah sebuah fase kehidupan. Maka ketika kita tidak muda lagi, apakah lantas janji yang telah kita ucapkan otomatis gugur seiring perubahan status kita? Ataukah itu sumpah yang mengikat kita sepanjang hayat? Bagaimana pula dengan pemuda saat ini yang mereka tidak mengikuti sumpah di kala itu, akankah mereka juga terikat dengan sumpah yang diucapkan oleh pendahulunya?

Sumpah Pemuda (agoez-depe.deviantart.com)

Maka ketahuilah bahwa manusia itu dilihat dari pribadinya. Mereka yang tidak mampu mengikuti sumpah yang mereka ucapkan, tentu tidak bisa dianggap sebagai manusia. Selamat hari sumpah pemuda.

Rabu, 27 Agustus 2014

Logic

I love logic. Although love aren't logic.

Minggu, 17 Agustus 2014

Merdeka dari Hati

 
(source: kdri.web.id)
Dunia ini sempurna dengan setiap kekurangan dan kelemahannya masing-masing. Itulah mengapa Tuhan menciptakan manusia, untuk menjadi kekurangan dan kelemahan dari dunia, serta untuk memperbaiki kekurangan dan kelemahan tersebut. Sebongah demi sebongkah, sama halnya ketika kita membuat kerusakan di dunia. Dan dengan bantuan dari Sang Waktu maka hal yang sedikit itu perlahan menjadi banyak di luar apa yang mampu dibayangkan oleh manusia.

Maka sesuatu yang besar juga memiliki permasalahan dan kekurangan yang besar pula. Dunia ini adil. Di balik setiap kekuatan yang ada tersedia tantangan yang luar basa. Dan sekali lagi Sang Waktu hanyalah instrument netral. Dia akan mengalikan setiap kebaikan dan kekurangan yang ada sesuai dengan proporsinya masing-masing.

Enam puluh sembilan tahun adalah faktor pengali dari kebaikan dan kelemahan bangsa ini. Bukan berarti enam puluh sembilan tahun menunjukkan bahwa bangsa ini merdeka dari permasalahan, justru enam puluh sembilan tahun menunjukkan bahwa permasalahan bangsa ini lebih kompleks enam puluh sembilan kali dari awal kemerdekaan. Namun kekuatan kita juga enam puluh Sembilan kali lebih banyak dari awal kemerdekaan. Seharusnya.

Maka disinilah kita menambil peran. Dunia selalu memiliki sisi baik dan sisi buruk, pertanyanya adalah ada dimana kita selama ini dan berbuat apa di dalam sisi tersebut. Seseorang oleh berada di sisi yang buruk, namun disana dia mengajak orang-orang di dalamnya untuk berbuat kebaikan. Begitu pula seseorang bisa saja berada di sisi yang baik, namun di dalamnya dia mengajak orang-orang untuk berbuat kerusakan.

“Jadilah kamu manusia yang pada kelahiranmu semua orang tertawa bahagia, tetapi hanya kamu sendiri yang menangis dan pada kematianmu semua orang menangis sedih, tetapi hanya kamu sendiri yang tersenyum.” (Mahatma Gandhi)

Maka dimanapun kita berada, teruslah berusaha untuk berbuat kebaikan dan terus menerus membangun apa yang kita yakini sebagai kebaikan. Kita tidak bisa hanya berdiam diri dan berkata bahwa itu semua berada di luar kemampuan kita. Ingatlah bahwa dalam setiap keterbatasan terdapat sebuah pilihan. Dan mendiamkan keburukan adalah sama halnya dengan berbuat keburukan itu sendiri. Bertindaklah, tunjukkan bahwa kita berada dalam barisan orang-orang yang berusaha untuk berbuat kebaikan dengan berbagai cara.

Perjuangan ini belum berakhir. Kita boleh bangga bahwa Indonesia telah lepas dari jeratan utang IMF, namun kita harus ingat bahwa bukan berarti Indonesia kini tidak lagi berhutang. Kita boleh bangga bahwa pertumbuhan ekonomi kita cukup tinggi, namun kita harus ingat bahwa kita masih melakukan impor dalam jumlah yang banyak untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri.

Permasalahan ini masih ada, dan akan terus ada seiring perkebangan manusia. Itulah mengapa Tuhan menciptakan mausia, untuk menyelesaikan permasalahan yang mereka ciptakan sendiri. Dan kita tiak bisa hanya berdiam diri dan mengatakan itu semua di luar kuasa kita. Ingatlah bahwa setiap permasalahan juga diciptakan oleh tindakan-tindakan kecil. Begitu pula bahwa setiap kebaikan juga akan disebarkan melalui setiap tindakan-tindakan kecil. Merdeka, dan tetap berusaha dimanapun, kapanpun dan dengan cara apapun. Merdeka dari dalam hati untuk bertindak.