Senin, 28 Februari 2022
The Year of Sorrow
Kamis, 22 Agustus 2019
Peduli
Pernah ada masa dimana dunia tidak dibagi menjadi publik dan privat. Ketika pagar tidak menghalangi orang untuk masuk namun hanya sebatas penanda. Ketika perasaan manusia tidak sesensitif pantat bayi.
Maka manusia saling peduli melalui percakapan-percakapan sederhana dan pertanyaan-pertanyaan retoris tanpa harus merasa tidak nyaman. Karena semua orang mendoakan agar kita memiliki keluarga yang bahagia, karena tidak peduli dengan jabatan atau posisimu di pekerjaan barangkali kita bisa saling berbagi rezeki, karena gemuk berarti kita tidak kesulitan untuk makan. Karena mereka tahu bahwa di bawah semua itu ada rasa kepedulian yang sangat berharga.
Namun di tengah masyarakat yang konon katanya komunal namun tak berbentuk ini semua menjadi absurd. Privasi menjadi dalih agar orang tidak boleh peduli dengan kita. Atau mungkin kita yang terlalu egois dan menutup erat pintu silaturahmi.
Jumat, 26 Juli 2019
Islam Anti Pancasila?
Salah satu damak dari pergolakan politik beberapa tahun teeakhir adalah munculnya kembali Islamiphobia di masyarakat. Berawal dari gerakan beberapa elemen Islam terhadap salah satu tokoh politik di Indonesia yang mengeluarkan ujaran yang tidak semestinya. Sayangnya kasus ini ditindaklanjuti berlebihan oleh pemerintah dengan membubarkan ormas yang dianggap anti pancasila.
Hingga kini isu itu pun terus bergulir. Segala bentuk simbol dan hal-hal yang dianggap berhubungan dengan organisasi tersebut dianggap gerakan anti pancasila. Celakanya banyak orang salah kaprah mengasosiasikan simbol-simbol Islam yang kebetulan juga digunakan organisasi tersebut sebagai bagian dari aktifitas anti pancasila.
Ibaratnya jika suatu saat kita menangkap salah satu koruptor yang kebetulan juga orang Indonesia yang gemar makan nasi, maka kini nasi dianggap sebagai ciri para koruptor.
Dalam kasus ini tentunya yang terdampak adalah umat Islam. Hanya karena organisasi tersebut memakai bendera berlafazkan tauhid misalnya, kini kalimat tauhid menjadi bulan-bulanan masyarakat. Padahal tauhid adalah hal yang paling membedakan antara muslim dan non-muslim.
Islam bukan tentang siapa nama Tuhan yang disebut dalam doa, bukan tentang rumah ibadah mana yang kamu datangi, bukan tentang apakah kamu makan babi atau tidak. Islam adalah ideologi yang diwujudkan dalam perilaku dan membentuk suatu kebudayaan. Nabi Muhammad SAW membawa Islam bukan untuk membuat kelompok pengajian, tapi beliau datang membentuk suatu masyarakat yang beradab.
Maka kini ketika orang sering membenturkan antara Islam dan Pancasila, menurut saya itu adalah dua hal yang berbeda. Sebagai seorang muslim, maka ideologi kita adalah Islam. Bukan nasionalis, marhaenis, komunis atau liberalis. Ideologi yang mengajarkan tentang ketaatan terhadap Allah SWT sebagai satu-satunya Tuhan di dunia ini, dan bahwa segala sesuatu yang ada di dunia berjalan sesuai hukum yang ditetapkannya. Allah SWT harus kita tempatkan diatas segalanya, termasuk negara maupun pemerintahan.
Namun bukan berarti mereka yang berideologi Islam berarti anti pancasila. Pancasila adalah suatu dasar negara. Anti berarti berlawanan, akan tetapi yang kita temukan justru Islam dan Pancasila adalah dua hal yang sejalan. Semua konten Pancasila sudah terdapat dalam ajaran Islam.
Mulai dari Ketuhanan yang Maha Esa. Tentu hal ini tidak perlu diperdebatkan. Islam turun di Mekkah bukan untuk mengenalkan Allah SWT sebagai Tuhan, karena pada dasarnya penduduk Mekkah pada masa itu sudah menyembah Allah SWT. Islam turun adalah untuk menekankan bahwa Allah itu Esa. Tidak ada yang lain dan tidak sepantasnya menyukutukan-Nya, terlebih dengan berhala-berhala ciptaan manusia.
Begitu pula dengan kemanusiaan yang adil dan beradab. Ada banyak sekali ayat yang menekankan tentang pentingnya berbuat adil kepada siapapun tanpa memandang status sosial, agama, maupun label apapun yang ada pada manusia. Termasuk dalam hal ini adalah perlu adanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat.
Berbicara tentang masyarakat yang beradab, maka hampir semua literasi di Indonesia merujuk kepada masyarakat madani yang bersumber pada kondisi masyarakat yang dibentuk Rasulullah di Madinah. Sehingga untuk Sila kedua pun jelas menunjukkan betapa Islam dan Pancasila adalah dua hal yang sejalan dan bukan berlawanan.
Hal lain yang diatur dalam Islam adalah kepemimpinan dan ukhuwah. Jika kita merujuk pada hadis-hadis dan hukum islam, maka persatuan umat adalah yang utama. Ada banyak hadis yang berbicara tentang pentingnya untuk patuh pada pemimpin demi menjaga persatuan. Begitu pula dalam hal fiqih seperti qunut misalnya, meskipun ada sebagian ulama berpendapat bahwa qunut tidak diperbolehkan kecuali dalam keadaan tertentu (musibah) saja, namun apabila imam shalat sudah memimpin qunut maka wajib bagi semua muslim untuk mengangkat tangan dan ikut meng-amin-kan. Maka tentunya persatuan Indonesia bukanlah hal yang tabu bagi masyarakat Muslim di Indonesia.
Terakhir adalah tentang kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawartan perwakilan. Tentu hal ini juga sejalan dengan contoh-contoh nyata yang dilakukan oleh Rasulullah dan para sahabat dalam memimpin. Berbagai contoh tentang keputusan-keputusan bijaksana menghiasi cerita-cerita sejarah Islam. Begitu juga dengan permusyawaratan, salah satu contoh nyata adalah bagaimana Rasulullah membuat piagam madinah, menengahi kasus hajar aswad dan berbagai cerita lainnya.
Oleh karenanya sangat aneh apabila belakangan ini muncul narasi-narasi yang seolah ada masyarakat Islam yang anti-Pancasila. Terlebih bahwa kita tahu bahwa Pancasila itu adalah sepenggal bagian dari ajaran Islam. Sangat tidak mungkin bagi orang yang benar-benar memahami Islam untuk bertindak berlawanan dari Pancasila.
Sudah saatnya kita hentikan prasangka dan tuduhan semacam itu, terlebih jika yang dituduh adalah saudara kita sendiri.
Minggu, 26 Mei 2019
Narasi
Narasi membentuk cerita yang ditulis oleh pemenang. Karena mereka yang kalah tidak akan lagi mampu bercerita. Mereka hancur, terasing, dan musnah. Maka kebenaran adalah kenyataan para pemenang yang disusun di atas narasi untuk mengkokohkan perjuangan yang mereka lakukan.
Kebenaran selalu berpihak, karena itu bersifat relatif. Tidak ada benar dan salah tanpa adanya konteks. Narasi bertugas menciptakan konteks tentang konsep kebenaran yang akan ditampilkan.
Kematian adalah tragedi, jika dan hanya jika itu merugikan. Namun sekali lagi rugi untung adalah teman benar salah. Semua terbungkus dalam narasi.
Kematian ribuan nyamuk tidak pernah menjadi tragedi bagi manusia. Pun kematian manusia bagi seekor ayam.
Ketika kematian manusia tidak lagi menjadi tragedi, mungkin kita hanyalah sebatas amfibi atau mamalia bersayap.
Rabu, 05 Desember 2018
Ingus
Humble /ˈhʌmb(ə)l/ [adj] (1) Having or showing a modest or low estimate of one's importance; (2) Of low social, administrative, or political rank; (3) (of a thing) of modest pretensions or dimensions
Kamis, 05 April 2018
Benci tapi (tidak) Rindu
Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Al-Maidah: 8)Kebencian yang berlebihan mengkonsumsi hidup kita. Diskriminasi. Memenuhi segala niat dan pikiran, menutupi kebenaran. Melahirkan prasangka dan dusta. Fitnah dan tuduhan. Melahirkan niat untuk menghancurkan. Menutupi perintah Tuhan dengan pembenaran.
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. (Al-Hujurat: 12)Ketika dusta telah terlahir, maka tumbuh bukanlah suatu hal yang sulit. Dusta lahir dari pembenci, diteruskan oleh para fakir dan disebarluaskan oleh pemilik kepentingan. Menutupi dunia dengan segala pesimisme dan keburukan. Karena berita buruk selalu lebih disukai daripada berita baik.
Cukuplah seseorang dikatakan berdusta bila menceritakan segala hal yang ia dengar. [HR. Muslim]Maka di dunia yang penuh hiruk pikuk ini, diam terkadang adalah jawaban yang tepat. Seperti diam-nya Abu Hurairah terhadap separuh hadis.
Senin, 15 Januari 2018
Para Topi
Padahal benci adalah sebagian dari cinta, eh?
“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (Muttafaq ‘alaih: Al-Bukhari, no. 6018; Muslim, no.47)
![]() |
| (source: pixabay.com) |
Di dunia yang penuh sesak ini, mungkin mereka hanya butuh ruang. Hiruk pikuk tidak memberikan mereka cukup kesempatan untuk didengarkan. Toh saat ini semua orang boleh bersuara, sayangnya tidak semua mau mendengarkan.
Atau mungkin mereka hanya butuh waktu untuk menjadi dewasa?
"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain," (Al-Hujaraat: 12).
Kamis, 11 Januari 2018
Fair
Bagi pengguna jalan, tentu tidak adil jika haknya untuk mencapai tujuan terhalangi. Namun bagi mereka yang bahkan tidak bisa berjalan, lebih tidak adil jika haknya untuk tetap hidup dihalangi. Toh pada akhirnya semua butuh hidup?
Dan setiap hakim akan selalu berpihak, kepada siapa dia bertanggung jawab. Tidak ada yang dapat lepas dari seluruh ikatan.
![]() |
| Fair (source: pixabay.com) |
Maka terkadang kita harus melakukan ketidakadilan untuk mencari keadilan. Karena keadilan hanyalah sebuah konsep yang dibatasi dalam berbagai konteks. Jika kamu mencari keadilan, pergilah ke pekan raya.
Jumat, 12 Mei 2017
Sebuah Berita Bohong
Kamu orang baik, hanya saja tidak ada orang yang sempurna. Begitu pula dirimu dengan ego dan perilakumu.
Dan setelah drama panjang yang melelahkan ini, aku pun mulai berubah pikiran. Bahwa ini bukan tentang benar dan salah. Bukan tentang malaikat melawan setan. Dunia tidak sehitam putih itu. Dan kamu perlu lebih banyak mendengarkan.
![]() |
| Unsplash (pexels.com) |
Ini adalah tentang sebanyak mungkin mengajak orang berbuat kebaikan. Bukan melawan dan membunuh orang jahat. Maka kita tidak bisa memusuhi melawan, apalagi jika itu adalah teman dan saudara kita. Dan kita tidak bisa menang di atas derita orang lain.
Pengalaman adalah guru terbaik, terima kasih atas pengalaman pahitmu yang mengajarkan banyak hal. Dan untukmu yang terkurung dalam ruangan mewah, belajarlah! Sudah cukup para pendukungmu kamu ombang-ambingkan selama ini demi egomu. Mulailah dari lapang dada dan meminta maaf.
Rabu, 26 April 2017
Bukan tentang Proses
Jadi kalau bekerja orientasinya harus kepada hasil. Bukan kepada proses. Kelihatannya sibuk sekali tetapi menghasilkan apa tidak. (Dahlan Iskan)Saya salah satu penggemar tulisan mantan menteri yang kini menjadi tersangka korupsi tersebut. Selain kepiawaiannya dalam mengelola korporasi bagaimanapun juga dia adalah wartawan yang sehari-harinya hidup dengan permainan kata-kata.
Dari sekian rangkaian kata-kata yang dia munculkan, quote tersebut menjadi salah satu favorit saya. Quote tersebut seolah mengebiri ilmu-ilmu manajemen populer pada saat itu yang mayoritas berkiblat pada Jepang dengan Toyota-nya yang menekankan pada pentingnya proses.
Hanya saja perkembangan bisnis dan pasar saat ini yang serba instan, ilmu-ilmu tersebut kini mulai ditinggalkan. Bisnis tidak harus sempurna, bahkan melemparkan sebuah produk setengah matang ke pasar tanpa ditelaah terlebih dahulu sudah menjadi praktek yang biasa. Ini adalah tentang kecepatan, karena toh pada akhirnya tidak ada yang sempurna. Yang penting adalah tetap membuka ruang untuk perbaikan di kemudian hari. Maka bagi saya quote tersebut sangat aplikatif dan sesuai dengan kondisi masyarakat saat ini.
Hingga akhirnya hasil Pilkada DKI tahun 2017 diumumkan.
Maka ini menjadi sebuah titik balik bagi logika pemikiran saya.
Menjadi pemimpin bukan sekedar menjalankan bisnis, terlebih jika organisasi yang dipimpin bukan berbentuk perusahaan. Produk dapat dilahirkan, namun juga akan hilang seketika. Karena pada akhirnya materi tidak akan pernah kekal.
Anda mungkin Clark Kent yang mampu membangun Borobudur dalam waktu satu malam. Namun ribuan masyarakat yang marah juga dapat menjarah Borobudur dalam satu malam. Pertanyaannya adalah apakah kita membutuhkan Borobudur lain sementara kita sudah memiliki satu di Magelang? Karena cukup adalah sebuah kata yang relatif.
![]() |
| Bussiness, Learning, Meeting (pexels.com) |
Maka ini adalah tentang membentuk manusia. Anda tidak akan mendapatkan hasil secepat yang diharapkan, setidaknya kita memberikan kemampuan dan pilhan agar hasil tersebut dapat mereka dapatkan ketika mereka inginkan nantinya. Anda dapat bermimpi seorang diri dan berakhir di RSJ, atau anda dapat bermimpi bersama dan menjadi visioner.
Semua butuh investasi, namun apakah kita semua cukup memiliki kesabaran di dunia yang serba instan?
Rabu, 18 Mei 2016
Ikan Kehidupan
Lagipula jodoh bukanlah ikan. Ini bukan tentang melempar umpan dan menunggu ikan menyangkutkan kerongkongannya ke dalam kail yang tajam. Jodoh bukanlah tentang menyakiti yang lain demi keuntungan pribadi. Jodoh juga bukan tentang melempar jala dan menjaring sebanyak-banyaknya. Jodoh adalah tentang memilih seseorang yang paling tepat dan menjalani hidup bersamanya.
Dan tentang memilih, itu bukanlah hal yang mudah. Hidup tidak bisa terlalu akademis. Bukan tentang sebuah pilihan paling logis dari kemungkinan yang ada, namun tentang memilih menggunakan hati. Karena kehidupan bukan hanya tentang logika, dan jodoh adalah seseorang yang akan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan.
| Wedding (bluexspace.deviantart.com) |
Maka disinilah kita. Berdiri di depan rangkaian bunga dan kerumunan penuh sukacita. Merayakan dimulainya sebuah kehidupan baru. Berawal dari sebuah pilihan dari hati dan menjadi bagian penting dalam kehidupan. Sekali lagi, ini bukan tentang ikan.
Minggu, 15 Mei 2016
Menikah
| Get Married (pamba.deviantart.com) |
Dunia itu berputar
Baru adalah suatu hal yang relatif. Bagi beberapa orang, lama bisa juga berarti baru. Ini adalah masalah perspektif. Kita juga bisa tambahkan nostalgia untuk membuat suatu hal yang lama menjadi baru. Dan orang menyukainya.
Maka kini ketika semua film merupakan nostalgia masa kecil yang belum terselesaikan, semua model disebut ke dalam retro atau classic, makanan menjadi natural dan ketika gaya hidup berputar kembali ke masa lampau.
| Sixth sense (ashitaro.deviantart.com) |
Maka semua pengetahuan yang kita pelajari perlu kita rangkai ulang. Pada akhirnya kita tetap tidak tahu apa-apa. Dunia masih menjadi misteri. Dan pencarian akan pengetahuan merupakan jalan yang sangat panjang.
Kamu jangan terlalu akademis. Gunakan hati kita, intuisi kita, kalau perlu gunakan sixth sense untuk mengambil keputusan.
Jumat, 13 Mei 2016
Satu hal baru!
adventure (noun) an unusual and exciting or daring experience
| We will be together forever (waiyiu.deviantart.com) |
Kamis, 18 Desember 2014
Dunning-Kruger
I know that i'm intelligent, because i know that i know nothing (Socrates)
| Be Stupid (jacac.deviantart.com) |
Minggu, 23 November 2014
Melihat
| it's how you see the world (enaa.deviantart.com) |
Maka kita hanya akan melihat apa yang ingin kita lihat, kita hanya mendengar apa yang ingin kita dengar, kita hanya ingin membaca apa yang kita ingin baca, kita hanya melihat fakta apa yang ingin kita lihat, kita hanya berpikir apa yang ingin kita pikirkan. Kita masih terkurung dalam kebodohan, dalam paradigma ego kita. Mungkin kita terlalu takut.
Dunia bukanlah dunia apa adanya, namun dunia adalah dunia yang kita pikirkan. Tetap terbuka.
Kamis, 30 Oktober 2014
Banding
| Compare (erinbird.deviantart.com) |
Selasa, 28 Oktober 2014
Sumpah Istimewa
| Sumpah Pemuda (agoez-depe.deviantart.com) |
Rabu, 27 Agustus 2014
Logic
I love logic. Although love aren't logic.
Minggu, 17 Agustus 2014
Merdeka dari Hati
Maka sesuatu yang besar juga memiliki permasalahan dan kekurangan yang besar pula. Dunia ini adil. Di balik setiap kekuatan yang ada tersedia tantangan yang luar basa. Dan sekali lagi Sang Waktu hanyalah instrument netral. Dia akan mengalikan setiap kebaikan dan kekurangan yang ada sesuai dengan proporsinya masing-masing.
Enam puluh sembilan tahun adalah faktor pengali dari kebaikan dan kelemahan bangsa ini. Bukan berarti enam puluh sembilan tahun menunjukkan bahwa bangsa ini merdeka dari permasalahan, justru enam puluh sembilan tahun menunjukkan bahwa permasalahan bangsa ini lebih kompleks enam puluh sembilan kali dari awal kemerdekaan. Namun kekuatan kita juga enam puluh Sembilan kali lebih banyak dari awal kemerdekaan. Seharusnya.
Maka disinilah kita menambil peran. Dunia selalu memiliki sisi baik dan sisi buruk, pertanyanya adalah ada dimana kita selama ini dan berbuat apa di dalam sisi tersebut. Seseorang oleh berada di sisi yang buruk, namun disana dia mengajak orang-orang di dalamnya untuk berbuat kebaikan. Begitu pula seseorang bisa saja berada di sisi yang baik, namun di dalamnya dia mengajak orang-orang untuk berbuat kerusakan.
“Jadilah kamu manusia yang pada kelahiranmu semua orang tertawa bahagia, tetapi hanya kamu sendiri yang menangis dan pada kematianmu semua orang menangis sedih, tetapi hanya kamu sendiri yang tersenyum.” (Mahatma Gandhi)
Maka dimanapun kita berada, teruslah berusaha untuk berbuat kebaikan dan terus menerus membangun apa yang kita yakini sebagai kebaikan. Kita tidak bisa hanya berdiam diri dan berkata bahwa itu semua berada di luar kemampuan kita. Ingatlah bahwa dalam setiap keterbatasan terdapat sebuah pilihan. Dan mendiamkan keburukan adalah sama halnya dengan berbuat keburukan itu sendiri. Bertindaklah, tunjukkan bahwa kita berada dalam barisan orang-orang yang berusaha untuk berbuat kebaikan dengan berbagai cara.
Perjuangan ini belum berakhir. Kita boleh bangga bahwa Indonesia telah lepas dari jeratan utang IMF, namun kita harus ingat bahwa bukan berarti Indonesia kini tidak lagi berhutang. Kita boleh bangga bahwa pertumbuhan ekonomi kita cukup tinggi, namun kita harus ingat bahwa kita masih melakukan impor dalam jumlah yang banyak untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri.
Permasalahan ini masih ada, dan akan terus ada seiring perkebangan manusia. Itulah mengapa Tuhan menciptakan mausia, untuk menyelesaikan permasalahan yang mereka ciptakan sendiri. Dan kita tiak bisa hanya berdiam diri dan mengatakan itu semua di luar kuasa kita. Ingatlah bahwa setiap permasalahan juga diciptakan oleh tindakan-tindakan kecil. Begitu pula bahwa setiap kebaikan juga akan disebarkan melalui setiap tindakan-tindakan kecil. Merdeka, dan tetap berusaha dimanapun, kapanpun dan dengan cara apapun. Merdeka dari dalam hati untuk bertindak.



