Sabtu, 11 April 2009

Sekedar menjawab pertanyaan


Akhir-akhir ini saya banyak sekali ditanya oleh teman-teman saya. Mengapa saya berganti haluan? Mengapa saya dukung Prabowo? dan sebagainya. Daripada susah payah menjawab itu semua satu per satu maka saya putuskan menulis di note saya.

Pertama saya menyatakan saya tidak berganti haluan. Jika sebelumnya saya mendukung PKS karena dalam konteks legislatif.Dalam legislatif saya lebih percaya kepada kader-kader PKS. Hal itu karena
  1. tugas legislatif yang utama adalah mengawasi, dan dalam mengawasi kita perlu orang-orang yang bersih dan jujur.
  2. tugas lainnya dari legislatif adalah membuat peraturan dan menurut saya syarat mutlak dari pembuat peraturan adalah memiliki moral. tidak mungkin seorang pemabuk akan membuat peraturan tentang larangan mabuk-mabukan, tidak mungkin seorang perokok membuat aturan dilarang merokok, tidak mungkin pula seorang koruptor membuat aturan tentang korupsi.
  3. PKS adalah satu2nya partai politik yang memiliki jaringan baik yang terstruktur sampe ke bawah. Berbeda dengan paratai lain yang hanya berkumpul ketika menjelang pemilu.
  4. saya menjalani kehidupan saya di dalam lingkungan PKS sehingga saya cukup tahu tentang mereka (baik dan buruknya)
Oleh karena itu dalam PEMILU legislatif kemarin saya memilih PKS.

Kedua adalah kenapa saya mendukung Prabowo? Karena saya rasa ide-ide dan ideologi Prabowo lah yang mengarah kepada INDONESIA BERDIKARI dibandingkan calon-calon lainnya. Prabowp tidak menjajikan Indonesia dengan gedung-gedung tinggi dan megah, teknologi canggih, dan sebagainya tetapi dia menjanjikan Indonesia yang bertumpu pada rakyat bangsa ini (bukan kapitalis). Bagaimana ide-idenya tentang sistem ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada apa yang kita miliki: pedagang pasar, pertanian, koperasi, BUMN, dsb dan bukan pabrik-pabrik kapitalis dan ekonomi liberal yang terbukti gagal. Apabila dibandinngkan dengan calon-calon Presiden lainnya meenurut saya konsep Prabowo lah yang paling mendekati konsep INDONESIA BERDIKARI.

Ketiga mengapa tidak SBY?
  1. Saya akui pemerintahan Indonesia selama lima tahun ini tidaklah buruk. Tetapi "tidak buruk" saja tidak cukup. Saya pernah merenungkan sesuatu. Saya mengibaratkan Indonesia ini bagaikan kapal yang besar. Ketika reformasi 1998 kemarin kapal ini menjadi limpung akibat carut marutnya suasana hingga menyebabkan kapal ini bergoyang ke kiri ke kanan dan hampir tenggelam. Bagi saya, apa yang dilakukan SBY selama ini hanyalah menyeimbangkan kapal itu. Tetaapi mereka lupa satu hal: ARAH KAPAL ITU SALAH. Selama ini kapal itu hanya mengekor kepada kapal-kapal Barat yang mereka anggap lebih canggih tanpa tahu bahwa kapal-kapal yang mereka ikuti dan mereka puja-puja tersebut sebenarnya juga salah arah. SBY memang berhasil menstabilkan negara in, tetapi dia tidak menngembalikan negara ini kepada nilai-nilai PANCASILA dan kerakyatan.
  2. SBY kurang memiliki jiwa pemimpin dan cenderung kurang memiliki sikap. Coba anda lihat pemimpin-pemimpin yang hebat (da orang-orang biasa yang dianggap hebat) adalah orang-orang yang memiliki sikap. Lihatlah Huga Chavez, lihatlah Soekarno, lihatlah Ahmadinejad, dan sebagainya. Mengaaapa mereka dipuji? Karena mereka memiliki sikap dan tidak hanya sekedar menjilat orang yang berkuasa (Barat). Selama ini saya lihat SBY kurang memiliki sikap. Terlalu lama menimbang-nimbang dan terlalu menuurut kepada masyarakat mayoritas.
  3. saya melihat dukungan masyarakat kepada SBY lebih kepada sikap "nrimo" yang dimiliki bangsa ini. Saya yakin jika SBY dapat mempertahankan kinerjanya seperti ini terus menerus maka dia akan selamanya menjadi Presiden seperti Soeharto (dengan catatan aturan Presiden hanya boleh 2x dihapuskan). Bangsa ini mudah puas dengan apa yang mereka dapatkan.

Ketiga jika saya mendukung Prabowo mengapa tidak memilih Gerindra pada pemilu legislatif? Seperti yang saya ungkapkan pada bagian pertama tadi bahwa saya melihat PKS lebih capable berada dalam legislatif dibading Gerindra yang masih baru.

Keempat melihat bahwa perolehan suara Gerindra yang tidak sampai 20% maka kecil kemungkinan untuk bisa menjadi presiden. Saya mengatakan mendukung Prabowo untuk menjadi Presiden, tetapi tidak haru 2009 ini. Bisa saja untuk 2014 nanti.

Mungkin itu saja pendapat saya. Jika ada prtanyaan lain silahkan ditanyakan. Sekali lagi saya tidak bermaksud kampannye hanya saja saya memberitahukan alasan saya. Jika anda berbeda pendapat dengan saya silahkan saja. Ini semua tergantung iman. (baca:
http://gagdongemail.blogspot.com/2009/04/memahami-sebuah-kepercayaan.html)

3 comments:

nadzahra mengatakan...

gimana track record prabowo? kalo hanya melihat dari gambaran dan janji,.. apa cukup?

bukannya 'menyampahkan' janji prabowo (dan siapapun yang berjanji), tapi ketika benar2 menjadi pemimpin, jangankan mengarahkan kapal, menyeimbangkannya saja masih sulit...

:D

nadzahra mengatakan...

btw eh btw, SBY itu emang paling bisa kalo ngeyem-yem (baca: menenangkan)...
tapi entahlah,.. orang miskin banyak dibilang sedikit... tragedi dimana2...
sby dikelilingi org2 cerdas... pandai membangun persepsi sosial... (ini katanya anis baswedan)
jadi kesannya iklan2 parpol lain tak lebih dari sekedar iklan layanan masyarakat...

khusni mustaqim mengatakan...

yah saya dapet info dari orang dalem juga,,
tapi prinsipku adalah seorang pemimpin adalah orang tipe kholerik,,
kita lihat saja bagaimana nanti,,