Rabu, 26 April 2017

Bukan tentang Proses

Jadi kalau bekerja orientasinya harus kepada hasil. Bukan kepada proses. Kelihatannya sibuk sekali tetapi menghasilkan apa tidak. (Dahlan Iskan)
Saya salah satu penggemar tulisan mantan menteri yang kini menjadi tersangka korupsi tersebut. Selain kepiawaiannya dalam mengelola korporasi bagaimanapun juga dia adalah wartawan yang sehari-harinya hidup dengan permainan kata-kata.

Dari sekian rangkaian kata-kata yang dia munculkan, quote tersebut menjadi salah satu favorit saya. Quote tersebut seolah mengebiri ilmu-ilmu manajemen populer pada saat itu yang mayoritas berkiblat pada Jepang dengan Toyota-nya yang menekankan pada pentingnya proses.

Hanya saja perkembangan bisnis dan pasar saat ini yang serba instan, ilmu-ilmu tersebut kini mulai ditinggalkan. Bisnis tidak harus sempurna, bahkan melemparkan sebuah produk setengah matang ke pasar tanpa ditelaah terlebih dahulu sudah menjadi praktek yang biasa. Ini adalah tentang kecepatan, karena toh pada akhirnya tidak ada yang sempurna. Yang penting adalah tetap membuka ruang untuk perbaikan di kemudian hari. Maka bagi saya quote tersebut sangat aplikatif dan sesuai dengan kondisi masyarakat saat ini.

Hingga akhirnya hasil Pilkada DKI tahun 2017 diumumkan.
Maka ini menjadi sebuah titik balik bagi logika pemikiran saya.

Menjadi pemimpin bukan sekedar menjalankan bisnis, terlebih jika organisasi yang dipimpin bukan berbentuk perusahaan. Produk dapat dilahirkan, namun juga akan hilang seketika. Karena pada akhirnya materi tidak akan pernah kekal.

Anda mungkin Clark Kent yang mampu membangun Borobudur dalam waktu satu malam. Namun ribuan masyarakat yang marah juga dapat menjarah Borobudur dalam satu malam. Pertanyaannya adalah apakah kita membutuhkan Borobudur lain sementara kita sudah memiliki satu di Magelang? Karena cukup adalah sebuah kata yang relatif.

Bussiness, Learning, Meeting (pexels.com)

Maka ini adalah tentang membentuk manusia. Anda tidak akan mendapatkan hasil secepat yang diharapkan, setidaknya kita memberikan kemampuan dan pilhan agar hasil tersebut dapat mereka dapatkan ketika mereka inginkan nantinya. Anda dapat bermimpi seorang diri dan berakhir di RSJ, atau anda dapat bermimpi bersama dan menjadi visioner.

Semua butuh investasi, namun apakah kita semua cukup memiliki kesabaran di dunia yang serba instan?

1 comments:

Muhammad Nazmi Atthaibi mengatakan...

Sebenarnya walaupun di bolak balik penting proses atau penting hasil itu menjadi kontradiktif,

Misal kalau berorientasi "hasil" nih lalu proses di nomor duakan lalu akan muncul statement "yang penting jadi/selesai apapun keadaannya"

Lalu jika terlalu mementingkan "proses" ketimbang hasil yaa keluarlah statement seperti yang Pak Dahlan Iskan nyatakan

Tapi menurut pendapat saya lebih menekankan pada proses. Kenapa proses karena jika prosesnya berjalan dengan baik dan terawasi maka proses tidak akan mengkhianati hasil. Menurut pendapat saya