Senin, 07 Januari 2013

.. and we just talking something

Lelaki itu berdiri di tempat kencing sebelahnya, "Mas, Kau mau tahu cerita lucu tentang pesawat terbang?"

"Apa itu?", tanyanya sebagai basa-basi. Dia yakin itu hanyalah cerita yang sama diulang-ulang, cerita yang entah dia pernah dengar dari siapa dan diulang kembali oleh wajah-wajah baru penuh semangat seolah itu adalah cerita epik ciptaannya sendiri untuk menghibur orang lain, namun toh dia tetap mendengarkannya. Setidaknya lelaki itu mencoba menghibur, dan kita cukup diam dan mendengarkan untuk menghargainya.

"Suatu hari terbanglah pesawat Amerika Serikat melintasi Iran tanpa izin, lantas sang Jenderal pun segera memerintahkan anak buahnya 'Tembak! Tembak! jangan biarkan mereka lolos!' dengan penuh kekhawatiran. Para prajurit pun segera menembakkan senjata mereka berusaha menjatuhkan pesawat tersebut namun gagal", lelaki itu berhenti sejenak untuk mengambil nafas.

"Lalu setelah itu datang lagi pesawat dari Indonesia terbang tanpa izin lewat, namun kali ini para prajurit bingung karena sang Jenderal tampak diam saja. Kemudian mereka bertanya, 'Jenderal. apa perlu kita tembak jatuh mereka?'. Sang jenderal kemudian tertawa, 'itu pesawat Indonesia, tidak perlu ditembak nanti jatuh sendiri' hahaha", cerita itu ditutup dengan gelak tawa kedua lelaki di dalam toilet umum. Entah tawa ikhlas atau sekedar basa-basi.

Mendadak seorang lelaki keluar dari toilet di belakang mereka. Lelaki tersebut tampak lusuh, sudah berhari-hari dia tidak tidur untuk mewujudkan satu mimpinya: menciptakan pesawat terbang buatan Indonesia. Mendengar seluruh guyonan tersebut, dia hanya bisa tersenyum kecut.

Habibie - Pesawat Terbang

***

"Kau tahu? pemerintah tidak pernah memberikan perhatian khusus kepada anak-anak bangsa yang cerdas. Jadi jangan salahkan mereka ketika mereka memilih bekerja di luar negeri demi negeri lain daripada di Indonesia. Maklum saja, disana mereka dibayar lebih tinggi", lelaki itu bercerita dengan teman sebelahnya di balik koran. Berita pagi itu dihiasi denganjudul fenomenal dengan hambar sebuah mobil hitam buatan anak- SMK.

"Bagaimana menurutmu tentang mobil SMK itu?", tanya lelaki di depannya yang mencoba mencari-cari sebuah topik pembicaraan sekenanya.

"Ah, itu. Katanya sih mobil nasional, tapi onderdilnya impor semua. Dulu Timor juga bikin mobil nasional akhirnya pun gak laku. Kalau aku pribadi punya uang sebanyak itu, mending beli mobil lain merk Toyota, Daihatsu, atau apa lah. Yang lebih terpercaya pokoknya"

"Tentu saja, belum lagi nanti purna jualnya, dan sebagainya. Jangan-jangan nanti dua tahun sudah harus jadi besi tua, maklum yang bikin juga anak-anak", percakapan tersebut diakhir dengan senyum yang enath apa maknanya. Mungkin sekedar basa-basi. "Ini Jokowi juga walikota ngapain ngurusin mobil, kayak kerjaannya sudah beres semua"

"Ah itu paling cuma pencitraan untuk 2014 nanti haha ..."

Jokowi - Mobil SMK

***

"Masa mobilnya iru Ferari, pakai plat nomer palsu pula. Ada-ada saja pencitraan si Dahlan Iskan ini. Mau nyalon jadi 2014 ini pasti!"

"Betul itu! Lagian masa Ferari mau disamain sama mobil buatan Indonesia. Beda jauh lah! Mobil Indonesia gampang rusak gitu pasti, murahan pula. Apalagi ini mobil listrik"

"Sepeda listrik aja cuma bisa jalan pelan tersendat-sendat gitu, ini pake acara bikin mobil listrik. Ini Dahlan Iskan kurang kerjaan banget, sih. Mending ngurusin BUMN aja sana daripada ngurusin mobil"

"Bener sekali, tuh kan mobilnya aja akhirnya nabrak gara-gara rem blong, kemarin juga mogok pas uji coba. Emang gak ada harapan," muka remeh muncul di wajah kedua orang tersebut. Tampaknya mereka seolah marah, tapi tidak tahu marah sama siapa dan atas apa. Jadilah muka mereka tertekuk tanpa jelas kemana arahnya.

"Wah lagi rame nih, pada ngomongin mobil listrik buatan anak bangsa, plat nomer palsu, apa Dahlan Iskan nih?", lelaki itu menghampiri dengan wajah tersenyum.

Dahlan Iskan - Mobil Listrik

***

Applause (yslen.deviantart.com)

At least they do something to reach their dream
And we just talking something too
But it's hurts them..
... Sorry

1 comments:

Wisnu Divayana mengatakan...

Keren banget gan
Ane tersentuh bacanya :D
Teruskankarya-karyanya