Rabu, 21 Januari 2009

Mengapa harus pesimis terhadap Indonesia?


Menurut saya ada sebuah paradox besar di Indonesia. Di negeri yang kaya raya ini, bisa dibilang sedkit sekali warga negaranya yang bangga terhadap bangsanya sendiri. Kekayaan Indonesia hampir tidak ada yang meragukannya, kecuali oleh bangsanya sendiri.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Apakah berita tentang kekayaan Indonesia Indonesia tidak tersebar ke bangsanya sendiri? Tentu tidak. Banyak lagu, video, berita, yang menceritakan kekayaan alam Indonesia. Lantas mengapa?

Mayoritas masyarakat menjawab dengan nada pesimis, “yang kaya adalah alam kami, bukan kami. Yang hebat adalah SDA kami, bukan SDM kami”. Hal ini sebenarnya cukup masuk akal, mengingat berita-berita yang beredar di masyarakat semenjak reformasi 1998 adalah mayoritas diisi berita buruk. Padahal 1998 adalah 11 tahun yang lalu. Sadar bung! Dalam jangka waktu itu tentunya sudah bannyak perubahan yang terjadi. Tidak sekelam ketika tahun 1998.

Ada sebuah berita yang menarik yang saya ambil dari sebuah forum di internet.

INDONESIA doesnt need d world, but the world need INDONESIA

Suatu pagi di bandar lampung, menjemput seseorang di
bandara. Orang itu sudah tua, kisaran 60 tahun. Sebut saja
si bapak.
Si bapak adalah pengusaha asal singapura, dengan logat
bicara gaya melayu, english, (atau singlish?) beliau
menceritakan pengalaman2 hidupnya kepada kami yang masih
muda. Mulai dari pengalaman bisnis, spiritual, keluarga,
bahkan percintaan hehehe..
"Your country is so rich!"
Ah biasa banget kan denger kata2 begitu. Tapi tunggu
dulu..
"Indonesia doesnt need d world, but d world need
Indonesia "
"Everything can be found here in Indonesia , u dont need d
world"
"Mudah saja, Indonesia paru2 dunia. Tebang saja hutan di
Kalimantan , dunia pasti kiamat. Dunia yang butuh
Indonesia !"
"Singapore is nothing, we cant be rich without indonesia .
500.000 orang indonesia berlibur ke singapura setiap
bulan. bisa terbayang uang yang masuk ke kami? apartemen2
dan condo terbaru kami yang membeli pun orang2 indonesia ,
ga peduli harga yang selangit, laku keras. Lihatlah rumah
sakit kami, orang indonesia semua yang berobat."
"Kalian tahu bagaimana kalapnya pemerintah kami ketika
asap hutan indonesia masuk? ya benar2 panik. sangat
berasa, we are nothing."
"Kalian ga tau kan klo agustus kemarin dunia krisis beras.
termasuk di singapura dan malaysia ? kalian di indonesia
dengan mudah dapat beras"
"Lihatlah negara kalian, air bersih dimana2.. lihatlah
negara kami, air bersih pun kami beli dari malaysia . Saya
pernah ke kalimantan, bahkan pasir pun mengandung permata.
Terlihat glitter kalo ada matahari bersinar. Petani disana
menjual Rp3000/kg ke sebuah pabrik China . Dan si pabrik
menjualnya kembali seharga Rp 30.000/kg. Saya melihatnya
sendiri"
"Kalian sadar tidak klo negara2 lain selalu takut
meng-embargo Indonesia ? Ya, karena negara kalian memiliki
segalanya. Mer eka takut klo kalian menjadi mandiri,
makanya tidak di embargo. harusnya KALIANLAH YANG
MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Beli lah dari petani2
kita sendiri, beli lah tekstil garmen dari pabrik2
sendiri. Tak perlu kalian impor klo bisa produksi
sendiri."
"Jika kalian bisa mandiri, bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI,
Indonesia will rules the world.."

Sebenarnya saya cukup kaget ketika membaca berita tersebut. Terutama saat menyebutkan tentang adanya krisis beras dunia. Karena bisa dibilang, berita itu hampir sama sekali tidak terdengar di Negara kita ini. Untuk sebuah kejadian krisis bertaraf Internasional, ketiadaan berita di Negara ini sangat mengherankan. Faktanya, dari beberapa sumber di Internet, kelangkaan di Filipina hingga memaksa pemerintahnya membuat kebijakan pembagian beras gratis untuk rakyat miskin. Harga beras di dunia melonjak hingga 2-3kali lipat. Dalam artikel di atas juga disebutkan bahwa Malaysia dan Singapura juga mengalami kelangkaan beras. Tapi di Indonesia? Kita tetap tenang-tenang saja. Ketika masyarakat dimintai pendapatnya tentang swasembada beras di Indonesia, mayoritas berkomentar bahwa itu hanyalah sebuah sejarah indah pada masa orde baru. Sadarkah kalian? Saat ini hal itu bukan Cuma sebuah sejarah, tapi kenyataan di masa ini.

Mitos lain antara lain adalah tentang kekuatan tentara/pasukan bersenjata Negara kita. Mayoritsa masyarakat awam mengira bahwa tentara Negara kita ini lemah. Sebenarnya tidak juga, ternyata KOPASUS kita menduduki peringkat ketiga di dunia (berada di bawah SAS Inggris dan MOSSAD Israel). Dalam sumber lain menyebutkan peringkat kedua setelah GSG Jerman. Berbeda dengan tentara Amaerika yang tampak hebat karena persepsi masyarakat yang telah ditanamkan oleh film-film barat dan hanya bergantung kepada senjata canggih mereka, tentara kita memiliki kualitas yang sangat baik, tiga besar dunia (menurut versi Discovery Channel).

Persepsi negatif lain kita adalah bahwa Negara kita sangat tergantung pada Amerika. Pada kenyataannya, krisis global yang terjadi saat ini dampaknya terhadap Indonesia relative lebih kecil terhadap Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa hal itu adalah tidak benar. Bahakan dalam sebuah siaran televise swasta, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia, Sofjan Wanandi mengatakan bahwa dampak terbesar krisis global terhadap Indonesia adalah dalam hal ekspor ke Amerika (secara tidak langsunng menngatakan bahwa selama ini Amerika bergantung kepada kita, karena mereka mengimpor produk kita). Jadi sudah jelas bahwa sebenarnya bangsa ini tidak selemah yang dipersepsikan masyarakat.

Mengapa persepsi masyarakat begitu buruk tentang Indonesia? Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, banyaknya berita buruk tentang Negara ini menutupi mata kita tentang kebaikan yang ada. Hal ini sangatlah wajar, sebab adanya persepsi rumput tetangga selalu lebih hijau daripada rumput kita. Kita dibutakan oleh berita-berita buruk sehingga menjadi skeptis ketika mendengar berita baik. Misalnya saja pernhakah kita sadari bahwa selama ini kita selalu mengekspor kambing ke luar negeri? Mengekspor kentang? Tahukah anda Indonesia adalah penghasil gas alam cair (LNG) terbesar di dunia (20% dari suplai seluruh dunia) juga produsen timah terbesar kedua? Tahukah anda Indonesia menempati peringkat 1 dalam produk pertanian, yaitu : cengkeh (cloves) & pala (nutmeg), serta no.2 dalam karet alam (Natural Rubber) dan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil)? Tahukah anda Indonesia adalah pengekspor terbesar kayu lapis (plywood), yaitu sekitar 80% di pasar dunia?

Sebenarnya bangsa kita ini adalah bangsa yang besar. Cuma terkadang kita terlalu melihat keluar dan merasa iri terhadap Negara lain. Seperti dalam artikel di atas, "Jika kalian bisa mandiri, bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, Indonesia will rules the world.."

3 comments:

Zadok mengatakan...

Aku suka istilah "mengembargo diri sendiri." Semoga ada yang menyadari ini dan mulai berani untuk mengambil tindakan besar ini.

Aku selalu punya mimpi... bahwa Indonesia punya kepala-kepala yang berani menatap mata bangsa-bangsa lain.

khusni mustaqim mengatakan...

sebenarnya bukan karena kita tidak mampu,,
tetapi selama ini kita masih takut,,
contohlah Soekarno meskipun Indonesia masih baru lahir tetapi dia sudah berani menantang bangsa lain,,

wednes berkunjung mengatakan...

numpang baca