Senin, 26 Januari 2009

Seberapa hebatkah demokrasi?


Demokrasi adalah kata-kata yang sangat ampuh dalam perpolitikan suatu Negara. Suatu Negara dikatakan menjadi suatu Negara yang maju/dengan tingkat pendidikan tinggi jika telah menerapkan demokrasi. Tetapi apakah itu semua benar? Benarkah demokrasi adalah yang terbaik? Ada sebuah pendapat yang menarik yang saya temukan dalam sebuah forum diskusi:

Demokrasi adalah SISTEM SAMPAH!!!!


Mumpung masi anget di otak gw (baru baca ttg demokrasi tadi), gw mau ngungkapin opini gw, klo demokrasi itu adalah SISTEM SAMPAH!!!http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/12.gifhttp://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/12.gif

1. Vox Populi Vox Dei : Apaan prkataan rakyat ntu prkataan Tuhan. Rakyat aja bisanya cman protes, bakar2an, rusuh, moso' mau disamain sama Tuhan yg prkataannya pasti bner? Dimana otaknya yg ngomong ini??!!http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/crazy.gif

2. Kedaulatan tertinggi berada di tangan rakyat : Rakyat MANA NGERTI soal pemerintahan?! Yang ada klo bgini, kbijakan pmrintah jadi mandek dan GA BISA BERJALAN !! Liat aja kyak busway dulu di Jakarta. Rakyat pada ga stuju dan kerjanya PROTES. Tapi skrg?? Trbukti busway kpake bgt. Contoh laen lagi, UU APP. Jlas2 tuh undang2 brmaksud sangat baik demi MENYELAMATKAN MARTABAT WANITA. Tpi susah bgt di-sahinnnya. Knapa? Gara2 RAKYAT PADA PROTES !!!!!!http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/12.gif

3. Pemimpin dipilih langsung oleh rakyat : Skali lagi, RAKYAT MANA NGERTI SOAL PEMERINTAHAN ?! Ini sama aja nyuruh orang BELI KUCING DALEM KARUNG. Yang ada malah orang2 yg pngen jadi "wakil rakyat" (tntunya orang2 BRDUIT, ingat bahwa BRDUIT tidak sama dengan BEROTAK) berlomba2 kampanye, nyuruh rakyat milih die. Padahal isinya TAI KUCINGhttp://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/12.gif. Tpi apa daya?? Wong rakyat sndiri yg milih.....

4. Opini rakyat merupakan hal yg MUDAH DIMANIPULASI. Kalo rakyat yg megang kedaulatan trtinggi, gampang banget bwat memecah-belah prsatuan. Suruh aja bbrp provokator bwat ngendaliin opini rakyat. Dijamin dah pada ancur2-an kyak taon 1998....

5. Dalam demokrasi, MAYORITAS = KEBENARAN. APAKAH !! Mana ada kbenaran didasarkan pada mayoritas ?? Kalo gw bilang 1+1=2, trus 50 orang bilang 1+1=3, apa gw trus jadi salah?? Klo dalam sistem demokrasi, tntu gw pasti jadi salah. Dasar DEMOKRASI SAMPAH !!!

6. Dan lain2. Yg mau nambahin silakan....

Ksimpulannya, suatu negara GA BAKALAN BISA MAJU jika menerapkan demokrasi pada negaranya. Amerika bisa maju karena meski DI LUAR TERLIHAT DEMOKRASI, sbenarnya pemerintahannya OTORITER. Mau contoh ??

1. Presiden AS Bush terus aja nyerang Irak, biar dah di kata2in, di demo abis2an ma
rakyatnya, dia cuek aja sambil trus MNJAJAH tanah orang laen ===> ini demokrasi??

2. Gubernur California (Arnold Swasanaseger) 'mengharamkan' makanan brlmak jenuh di California (sumber: http://hariansib.com/2008/07/27/gube...di-california/). Padahal yg namanya KFC, McD, de el el smuanya mngandung lmak jnuh. Apa ini ga otoriter bgt (padahal ngakunya negara demokratis)??http://www.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/12.gif

Bwat gantiin demokrasi, alternatifnya adalah sistem ke-khalifahan, dimana pemimpin absolut dipilih oleh orang2 yg mengerti mengenai pemerintahan DAN BERSIFAT ADIL & JUJUR (klo skrg, mungkin para sarjana hukum dan psikolog), jadi ga dipilih sluruh rakyat. Stujukah anda dengan opini saya di atas ???

Ada beberapa bagian yang saya setuju dari kutipan di atas. Menurut saya, demokrasi tidak akan menjadi system yang baik selama rakyat atau masyarakat mayoritas masih bodoh. Misalnya saja kalo kita nurut terus sama rakyat (yang kebetulan mayoritas masih bodoh), ketika harga BBM dunia naik, rakyat tetap tidak akan setuju kenaikan harga BBM, apakah dalam kasus ini Negara harus tetap menuruti rakyat? Bisa-bisa Negara bangkrut. Kalo Negara bangkrut siapa juga yang susah.

Terkadang kita harus percaya terhadap orang lain yang lebih tau. Jangan asal ngotot meminta sesuatu tanpa mempertimbangkannya dari segala aspek (terkadang inilah yang dilakukan para mahasiswa dalam aksinya, ngotot membela yang mereka sebut “kepentingan rakyat”). Kita jangan melihat dampak jangka pendek tetapi harus melihat permasalahan secara makro dan efek jangka panjangnya. Apalagi jika ini menyangkut Negara.

Saya ambil suatu contoh lain. Dalam iklan sebuah partai politik (dan juga calon presiden) dikatakan yang terpenting adalah menciptakan suatu keadaan sembako murah. Bagi rakyat itu sangatlah menggiurkan dan bisa dibilang sangat menarik. Tapi coba pikirkan, jika sembako murah kasihan para petani. Hasil panen mereka tentu juga akan dihargai murah. Selain itu perlu dipertanyakan bagaimana cara mewujudkan hal tersebut? Apakah dengan mengorbankan aspek-aspek lain seperti penegakan hukum dan pendidikan?

Menurut saya hal utama yang diperlukan Negara ini adalah perbaikan kultur budaya dzalim kita (korupsi dan sebagainya) yang menurut saya dapat dicapai melalui sector hokum dan pendidikan. Itulah yang terpenting. Sembako tidaklah murah, yang penting terjangkau masyarakat (menurut saya pemerintah sekarang sudah cukup bagus dalam ketahanan pangan terbukti dari ketahanan dalam menghadapi krisis beras internasional dan swasembada beras, tetapi sayangnya saya sangat tidak setuju terhadap klaim sepihak yang dilakukan oleh suatu partai politik).

Pertanyaannya adalah berapa orang yang berpikir bahwa pendidikan lebih penting daripada harga murah? Masih banyak masyarakat berpikiran bodoh yang tidak memahami permasalahan secara benar. Jika demokrasi adalah kekuasaan ditangan rakyat, maka apakah kita harus tetap menuruti keinginan rakyat yang tidaktahu apa-apa?

Menurut saya dalam beberapa hal kita harus percaya kepada ahlinya. Percayakan pada wakil rakyat yang lebih ahli dalam mengurus Negara. Jika kemudian ternyata ada beberapa oknum wakil rakyat yang tidak bisa benar-benar mewakili diri kita, maka yang patut dipertanyakan adalah bagaimana dan mengapa kita memilih mereka? Bukankah kita sendiri yang menaruh kepercayaan kepada mereka?

Sekarang adalah momen yang tepat untuk memilih orang-orang yang pantas menjalankan Negara ini. Pilihlah yang terbaik yang anda yakin bisa menjalankan Negara ini dengan sebaik-baiknya, lalu percayalah pada mereka yang lebih tahu tentang permasalahan ini. Wallahu’alam.

8 comments:

Zadok mengatakan...

Sip2, kupikir kamu benar-benar mau menegatifkan demokrasi, ternyata tulisan kamu ini bagus sekali. Serupa dengan yang kupikirkan sejak lama.

Keep writing.

Khusni Mustaqim mengatakan...

yah sebenernya ide demokrasi tidaklah sepenuhnya salah,,
silahkan dilihat pegertian demokrasi dari wikipedia sangatlah bagus (silahkan dilihat di http://id.wikipedia.org/wiki/Demokrasi),,
tetapi bentuk ekstrim dari demokrasi itu sendirilah yang bermasalah,,
selain itu kesiapan "pemegang kekuasaan tertinggi" inilah yang perlu dipertanyakan,,

nadiia mengatakan...

btw, plato (atau aristoteles ya) yang jadi pioner ide demokrasi ternyata punya ratusan budak yang dijual belikan lho.. jadi emang historically, demokrasi gag jelas2 amat...

saya DULU anti banget dengan demokrasi, karena yang aku gag setuju ya itu... keputusan berdasarkan suara terbanyak...

Khusni Mustaqim mengatakan...

sebenernya konsep utama dari demokrasi bukanlah suara terbanyak,,
kalo dicermati lagi sebenarnya konsep utamanya adalah musyawarah,,
kalo terus jadi suara terbanyak itu adalah penerapan yang salah,,

Anonim mengatakan...

sumbernya dari wikipedia tho(kevalidannya rendah)

khusni mustaqim mengatakan...

bukan itu,,
dimana2 saya selalu diajarkan bahwa inti dari demokrasi adalah pembagian kekuasaan,, (atau ada sumber lain yang berkata sebaliknya?)
demokrasi sendiri secara sejarah muncul atas sistem kerajaan yang disalahgunakan oleh para bangsawan di Eropa untuk melakukan kediktatoran dan kesewenang-wenangan,,
Jadi inti demokrasi adalah pembagian kekuasaan,,
sedangkan penggunaan suara terbanyak sendiri adalah cara yang terpaksa dilakukan ketika musyawarah tidak dapat menghasilkan mufakat,,
jika anda cermati sistem semasa orde baru dimana presiden ditentukan oleh DPR dan MPR (beberapa orang tertentu dengan musyawarah) sangatlah mirip dengan kekhalifahan dimana pemimpin ditentukan oleh dewan syuro (beberapa orang tertentu dengan musyawarah),,
dan tidak bisa dipungkiri bahwa sistem itu (yang digunakan semasa orde baru) disebut sebagai demokrasi juga,,

fajar mengatakan...

numpang lewat ja!!!!
terus kalo loe bepikir sprti itu ttg demokrasi so apa yang bisa diperbuat biar sistem indonesia ini jadi bener lagi??
apa harus jadi diktator juga???

khusni mustaqim mengatakan...

yang jelas dan yang paling utama adalah harus dimulai dari pemahaman,,
dimulai dari meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan masyarakat kita agar mereka menjadi lebih paham dan dapat berpoikir mana yang benar dan mana yang salah,,